Praperadilan Kivlan Zen, Jawaban Polda Metro Jaya 64 Halaman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tonin Tachta Singaribuan (tengah) selaku kuasa hukum tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang praperadilan Kivlan Zein di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019. Sidang tersebut beragendakan pembacaan gugatan oleh penggugat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tonin Tachta Singaribuan (tengah) selaku kuasa hukum tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen saat menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani sidang praperadilan Kivlan Zein di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019. Sidang tersebut beragendakan pembacaan gugatan oleh penggugat. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menyerahkan jawaban selaku termohon dalam dokumen setebal 64 halaman pada sidang praperadilan Kivlan Zen, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa.

    Sidang berlangsung di PN Jaksel dipimpin oleh Hakim Achmad Guntur yang langsung mempersilakan pihak Polda Metro menyerahkan dokumen jawaban kepada kuasa hukum Kivlan.

    Dalam sidang yang mengagendakan mendengar jawaban termohon dari pihak Polda Metro Jaya itu, termohon tak membacakan jawabannya dan hanya menyerahkan dokumen setebal 64 halaman.

    Kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta mengatakan agenda persidangan kali ini mendengarkan, menerima jawaban, dan eksepsi dari pemohon dalam hal ini Kapolda Metro Jaya cq Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    "Nah, tadi ada 64 lembar jawaban yang diberikan, termasuk eksepsi. Permohonan Pak Kivlan yang kami ajukan berjumlah 16 lembar. Jadi 1:4," katanya.

    Tonin mengatakan jawaban Polda Metro Jaya banyak dan menarik, namun dia belum membacanya karena sudah dianggap dibacakan. Sehingga dia belum bisa memberikan tanggapan.

    Namun, ia berharap dalil-dalil yang disampaikan dalam permohonan, seperti masalah penangkapan, pemeriksaan oleh penyidik, hingga belum cukup dua alat bukti semoga bisa terjawab.

    "Mudah-mudahan, apa-apa yang masuk dalil kami, masalah penangkapan oleh penyidik unit 1 tapi ternyata diperiksa penyidik unit 2, begitu juga tidak adanya surat perintah dimulainya penyidikan, semoga itu bisa terjawab. Nanti setelah kami lihat," katanya.

    Selain itu, kata Tachta, jawaban tersebut bisa menyejukkan masyarakat dan melepaskan Kivlan dari penahanan atau pun penetapan tersangka.

    Pada kesimpulan jawaban yang disampaikan termohon, penangkapan, penyitaan, penahanan, dan penetapan tersangka yang dilakukan dengan laporan polisi bernomor LP/439/U/2019/PMJ/Ditreskrimum adalah sah secara hukum.

    Dala jawabannya, Polda Metro Jaya juga menyebutkan semua dalil yang dijadikan alasan Kivlan Zen mengajukan praperadilan adalah tidak benar dan keliru.

    Sebelumnya, Kivlan Zen mengajukan praperadilan untuk menggugat Polda Metro Jaya lantaran rasa keberatannya dengan status tersangka atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal. Adapun gugatan praperadilan yang dilayangkan Kivlan diterima PN Jaksel dengan nomor register 75/Pid.Pra/2019/PN.JKT.SEL.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.