Depok Catat 283 Kasus HIV AIDS, 59 Kasus Ditemukan Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyuluhan HIV AIDS dalam acara 'Heart Head Hands for HIV and Aids' pada Minggu, CFD Bundaran HI, 3 Desember 2017. MAGANG TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    Penyuluhan HIV AIDS dalam acara 'Heart Head Hands for HIV and Aids' pada Minggu, CFD Bundaran HI, 3 Desember 2017. MAGANG TEMPO/Wildan Aulia Rahman.

    TEMPO.CO, Depok - Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat ada sebanyak 224 orang di wilayahnya yang positif mengidap HIV / AIDS. Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan jumlahnya bertambah lagi setelah pada tahun 2019 dilakukan pemeriksaan terhadapat 5.779 orang yang merupakan komunitas rentan.

    Dinas pun menemukan ada sebanyak 59 orang positif mengidap HIV/AIDS. "Jadi total ada 283 orang positif HIV/AIDS di Kota Depok," kata Novarita kepada Tempo, Selasa, 23 Juli 2019.

    Novarita memaparkan untuk tahun 2018, kelompok rentan HIV/AIDS tertinggi adalah LSL (laki suka laki) atau gay sebanyak 107 orang. Selanjutnya, 11 orang berasal dari pengguna narkoba suntik atau Injecting Drug User (IDU).

    "Untuk WPS (wanita pekerja seks) ada 2 orang, PPS (pria pekerja seks) dua orang, waria terdapat satu penderita, PR (pasangan risiko tinggi) 14 orang, pelanggan pekerja seks sebanyak enam orang, sisanya dari berbagai latar belakang, sekitar 22 orang," kata Novarita.

    Menurut Novarita, untuk tahun 2019, pendataan masih terus dilakukan. "Totalnya tadi ada 59 kasus ditemukan postitif HIV, Dinkes juga terus melakukan edukasi kepada populasi kunci," kata dia.

    Selain dari Dinkes, Pemerintah Kota Depok melibatkan Dinas Sosial dalam upaya penanggulangan HIV / AIDS. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Depok, Dodi mengatakan bahwa sudah 90 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang menjalani pelatihan supaya bisa menjalani kehidupan secara mandiri. "Setiap tahun ada 30 ODHA yang mengikuti pelatihan oleh Dinsos," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.