Kebakaran Depan Hailai Ancol Berefek Antrean KRL, Ini Upaya KCI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Kebakaran di depan Hailai Ancol, Jakarta Utara menyebabkan perjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Kampung Bandan-Tanjung Priok sempat terganggu pagi ini. Akibatnya, terjadi antrean dan perjalanan kereta terlambat.

    "PT KCI (Kereta Commuter Indonesia) menghimbau para pengguna untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dengan tidak berdesakan maupun memaksakan diri naik ke dalam KRL yang telah penuh," kata Vice President Corporate Communications PT KCI Erni Sylviane Purba dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 24 Juli 2019 terkait efek kebakaran besar dekat Hailai Ancol itu.

    Erni menyebut, pihaknya masih berupaya mengurai antrean kereta. Dia tak merinci stasiun mana saja yang terjadi penumpukan penumpang. Meski begitu, menurut dia, perjalanan kereta sudah kembali normal sejak pukul 06.45 WIB.

    Erni meminta maaf atas gangguan perjalanan kereta pagi ini. Dia memaparkan, kebakaran di depan Hailai Ancol berimbas pada dekat jalur rel antara Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Ancol.

    "Untuk alasan keselamatan, jalur ini memang sempat tidak dapat melayani KRL dan membuat sejumlah perjalanan dari arah Tanjung Priok maupun Jakarta Kota tertahan," jelas dia.

    Si jago merah melahap parkiran mobil serta pangkalan bambu dan triplek seluas 375 meter persegi. Petugas pemadam kebakaran menerima informasi itu pukul 05.25 WIB. Petugas piket command center, Subadi, menyatakan api sudah berhasil dipadamkan dua jam kemudian.

    Penyebab kebakaran diduga karena korsleting mobil. Subadi melanjutkan tak ada korban jiwa, tapi kerugian diperkirakan Rp 1 miliar. Petugas mengerahkan 17 unit mobil dan 90 petugas pemadam. Adapun petugas sempat kesulitan masuk lokasi kejadian karena jalanan macet.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.