Penjambretan Ponsel Anak Kecil di Bekasi, Polisi: Pelaku 3 Orang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi ojek online menjambret telepon selular di Cengkareng terekam CCTV, Jakarta Barat, Ahad, 16 Juni 2019. Foto: Instagram @warung_jurnalis

    Pengemudi ojek online menjambret telepon selular di Cengkareng terekam CCTV, Jakarta Barat, Ahad, 16 Juni 2019. Foto: Instagram @warung_jurnalis

    TEMPO.CO, Bekasi - Seorang anak menangis histeris usai dijambret ketika bermain telepon genggam di Perumahan Villa Mutiara 1, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Penjambretan oleh tiga orang terhadap bocah itu viral setelah terekam kamera CCTV milik rumah penduduk setempat.

    Kapolsek Cikarang Selatan, Komisaris Alin Kuncoro mengatakan peristiwa penjambretan terjadi pada Rabu, 23 Juli lalu sekitar pukul 16.30. Dalam rekaman itu, Alin menyebut pelaku berjumlah tiga orang mengendarai sepeda motor. "Pelaku telah teridentifikasi, sekarang masih dikejar," ujar Alin ketika dikonfirmasi pada Jumat, 26 Juli 2019.

    Polisi meminta kepada pelaku penjambretan itu menyerahkan diri. Menurut Alin, beberapa lokasi yang menjadi tempat persembunyian pelaku telah didatangi. Tapi, para pelaku yang diduga masih remaja tersebut tak ada di tempat. "Jika tidak menyerahkan diri, kami akan terus kejar," kata Alin.

    Dalam rekaman CCTV yang beredar, seorang bocah diperkirakan belum genap 10 tahun tengah asyik bermain ponsel sambil berjalan kaki. Di saat bersamaan tiga orang menunggangi sepeda motor melintas, satu orang diantaranya menyambar ponsel bocah tersebut lalu melarikan diri.

    Sementara si bocah menangis sambil balik arah menuju rumahnya. Hasil penyelidikan dari lokasi kejadian, polisi mengidentifikasi pelaku menaiki sepeda motor jenis Honda Beat B 4400 FBK. Ketiganya mengenakan masker, satu diantaranya teridentifikasi jaket hoodie bertuliskan 'New York', dan celana panjang hitam.

    Alin mengimbau agar orang tua mengawasi anaknya bermain ponsel dan tidak membiarkan mereka berada di pinggir jalan. Hal ini bisa memicu terjadinya kejahatan jalanan seperti penjambretan. Peristiwa mirip terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, pada 16 Juli 2019. Saat itu tersangka adalah seorang pengendara ojek online. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.