Terintegrasi dengan Busway, LRT Jakarta Belum Juga Operasi Resmi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga bersiap mencoba kereta LRT di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam uji coba ini, kereta LRT akan melintasi 5 stasiun, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. TEMPO/Tony Hartawan

    Warga bersiap mencoba kereta LRT di Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 11 Juni 2019. Dalam uji coba ini, kereta LRT akan melintasi 5 stasiun, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian, dan Stasiun Velodrome. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kereta ringan atau LRT Jakarta mengklaim telah melayani lebih dari 300 ribu penumpang sejak uji coba 11 Juni 2019. "Kami berharap jumlahnya akan terus meningkat setelah adanya integrasi antara LRT dengan Transjakarta," kata Direktur Utama LRT Jakarta Allan Tandiono, Jumat 26 Juli 2019.

    Allan meresmikan integrasi itu berupa Skybridge Pemuda Rawamangun. Skybridge menghubungkan Stasiun LRT Velodrome dengan Halte Transjakarta Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur.

    Setelah beroperasi resmi, Allan menargetkan kereta ringan bisa mengangkut 14.255 penumpang per hari. Namun, Allan belum bisa mengumumkan kapan LRT Jakarta akan beroperasi resmi.

    "Kami masih melakukan tes di pintu masuk agar tidak ada kendala saat nanti resmi beroperasi, sehingga tidak menimbulkan antrian," ujarnya mengutip pengalaman pada operasional MRT Jakarta.

    Hingga saat ini, kata Allan, LRT Jakarta masih akan terus diujicoba. Bedanya dengan sebelumnya adalah penumpang bisa merasakan langsung integrasi rute, fisik, dan pembayaran antara kereta ringan itu dengan Transjakarta.

    Integrasi pembayaran antara dua moda transportasi itu disebut yang pertama dilakukan. Penumpang yang naik LRT Jakarta, kata dia, tidak perlu lagi membayar untuk menumpang Transjakarta.

    "Pembayaran sudah bisa menggunakan uang elektronik yang bekerja sama dengan LRT," katanya sambil menambahkan, penumpang yang naik selama uji coba menggunakan uang elektronik akan mendapatkan potongan Rp 2 ribu.

    Potongan itu akan kami kembalikan secara tunai. "Jadi nanti begitu masuk akan diberi kupon untuk ditukarkan uang Rp 2 ribu yang telah terpotong," ujarnya.

    Ia menjelaskan pemotongan saldo kartu bank diperlukan untuk menguji keakuratan sistem pembayaran. Selain itu, pemotongan bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pada gate dapat berfungsi dengan baik dan akurat.

    Titik integrasi pembayaran yang pertama akan tersedia pada gate integrasi skybridge Stasiun Velodrome menuju Halte Pemuda Rawamangun. Di gate ini berlaku tarif kombo LRT Jakarta dan Transjakarta khusus bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan baik dari Transjakarta menuju LRT Jakarta maupun sebaliknya.

    Penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta, kata dia, nantinya diminta untuk menggunakan kartu bank saat tap in di gate awal stasiun. Sebabnya, Gate Integrasi saat ini hanya menerima pembayaran dengan menggunakan uang elektronik. 

    Adapun lima kartu bank yang dapat digunakan, yaitu dari Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BRI, Bank BCA, dan Bank DKI. Adapun layanan integrasi skybridge ini beroperasi sesuai dengan jam operasional kereta LRT Jakarta, yakni dari pukul 05.30 sampai dengan 23.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.