Simpan Narkoba di Motor, Buruh Pabrik di Bekasi Digeledah Polisi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian Melakukan Uji coba barang bukiti di Polda Metro Jaya, jakarta, Senin,18 Febuari 2019. Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti terdapat  127 kg sabu, 92 ribu butir ekstasi dan ganja 325 gram. TEMPO//MELGI ANGGIA

    Petugas kepolisian Melakukan Uji coba barang bukiti di Polda Metro Jaya, jakarta, Senin,18 Febuari 2019. Dalam kegiatan pemusnahan barang bukti terdapat 127 kg sabu, 92 ribu butir ekstasi dan ganja 325 gram. TEMPO//MELGI ANGGIA

    TEMPO.CO, Cikarang - Seorang buruh pabrik di Kabupaten Bekasi, bernama Agus alias Gepeng (28) ditangkap karena memiliki narkoba jenis ganja. Agus ditangkap di tempat kerjanya di Jalan Raya Tegal Danas, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Sabtu, 27 Juli 2019.

    Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, AKP Sunardi di Cikarang, Minggu mengatakan, penangkapan pelaku bermula saat pihaknya mendapat infomasi dari masyarakat. Berbekal informasi itu petugas langsung melakukan penyelidikan dengan mengintai terduga pelaku Agus alias Gepeng.

    "Setelah kita lidik lalu pada Sabtu kemarin, petugas lalu mendatangi tempat kerja pelaku dan menggeledah pakaian dan sepeda motornya," kata Sunardi, Minggu 28 Juli 2019.

    Pelaku sempat mengelak ketika petugas melakukan penggeledahan seluruh badan, saat itu tidak ditemukan satupun barang bukti atas tuduhan penyalahgunaan barang haram tersebut.

    Tak berhenti di situ, petugas kemudian melakukan penggeledahan di kendaraan sepeda motor milik terduga pelaku dan menemukan barang bukti yang memperkuat dugaan penyalahgunaan narkotika.

    "Di bagasi sepeda motor ditemukan paketan plastik klip dan pipet," katanya.

    Dari penemuan barang bukti itu, petugas langsung melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah kontrakan Agus. Di sana petugas kembali menemukan barang bukti berupa ganja yang disimpan pelaku di dalam kontrakan.

    "Ditemukan alat hisap sabu dan 1 buah plastik klip berisi diduga ganja seberat kurang lebih 0,35 gram," ungkapnya.

    Petugas lantas membawa Agus untuk dimintai keterangan. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait pengembangan dari mana asal ganja yang didapat pelaku.

    "Kasus ini masih kita kembangkan untuk mencari pelaku lain yang menjual atau mengedarkan narkoba kepada pelaku," kata Sunardi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.