Bawa Senjata Tajam, Remaja Kerabat Brigadir Rangga Jadi Tersangka

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Brigadir Rangga Tianto di kawasan RT4 RW3 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, 27 Juli 2019. Rangga ditetapkan sebagai tersangka penembakan Bripka Rahmat Efendy, hingga tewas di kantor Polsek Cimanggis dalam kasus polisi tembak polisi. TEMPO/Imam Hamdi

    Rumah Brigadir Rangga Tianto di kawasan RT4 RW3 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, 27 Juli 2019. Rangga ditetapkan sebagai tersangka penembakan Bripka Rahmat Efendy, hingga tewas di kantor Polsek Cimanggis dalam kasus polisi tembak polisi. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menetapkan FZ, 16 tahun, remaja yang terlibat tawuran menjadi tersangka. Remaja yang diketahui kerabat Brigadir Rangga itu dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena membawa senjata tajam berjenis celurit.

    "Sudah ditetapkan menjadi tersangka atas kepemilikan senjata tajam dan ditahan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra melalui pesan singkat, Ahad, 28 Juli 2019.

    FZ adalah remaja yang terlibat tawuran dan diminta dibebaskan karena dianggap masih anak-anak. Brigadir Rangga Tianto, yang meminta agar FZ dibebaskan.

    Permintaan ini berujung peristiwa polisi tembak polisi di Polsek Cimanggis yang menewaskan Brigadir Kepala Rahmat Efendy. FZ ditangkap oleh Rahmat sebelum peristiwa penembakan pada Kamis malam, 25 Juli 2019 sekitar pukul 20.30 WIB. Rangga diketahui adalah kerabat dari orang tua FZ, Zulkarnaen.

    Asep menuturkan FZ saat ini masih menjalani proses penahanan di Polsek Cimanggis. Remaja itu akan menjalani proses hukum. "Barang bukti yang disita dari FZ sebilah celurit."

    Paman FZ, Budi Karijono membenarkan keponakannya masih ditahan. Keluarga telah meminta agar ada musyawarah dan diversi oleh polisi karena keponakannya masih remaja. "FZ belum dewasa. Keluarga berharap bisa dibebaskan dan dibina oleh keluarga," kata dia.

    Budi kaget mendengar keponakannya terlibat tawuran. Sebab, di lingkungan rumahnya, FZ bergaul seperti biasa. "Tidak terlihat ada masalah. Mungkin ikut-ikutan dari temannya di luar," ujarnya.

    Keluarga meragukan celurit yang menjadi barang bukti adalah milik FZ. Celurit tersebut ditemukan di dekat lokasi terjadinya tawuran di kawasan Lapangan Sanca, Tapos. "Harus diselidiki itu benar-benar punya dia atau temannya yang menitipkan," kata Budi.

    Adapun soal peristiwa polisi tembak polisi, Brigadir Rangga yang menembak rekannya sesama polisi itu terancam hukuman pidana seumur hidup dan sanksi pemecatan sebagai anggota polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.