Hari Ini Polda Metro Jaya Sediakan 12 Lokasi Layanan SIM Keliling

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsat Keliling di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Hampir setiap hari Ahad saat Car Free Day, kepolisian menyediakan samsat keliling bagi warga yang ingn memperpanjang SIM. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Samsat Keliling di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 7 Januari 2018. Hampir setiap hari Ahad saat Car Free Day, kepolisian menyediakan samsat keliling bagi warga yang ingn memperpanjang SIM. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menyediakan 12 lokasi layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi atau SIM keliling untuk memudahkan masyarakat mengurus SIM.

    Pertama, untuk wilayah Jakarta Pusat, terdapat dua lokasi, yaitu Lapangan Banteng dan ITC Cempaka Mas. Kemudian Jakarta Utara, yaitu Masjid Al Musyawarah Jalan Nias Kelapa Gading dan Islamic Center Jakarta Jalan Kramat Jaya Koja.

    Untuk wilayah Jakarta Barat, masyarakat bisa menemui layanan SIM di ITC Glodok dan Jakarta Selatan berada di depan TMP Kalibata.

    Layanan SIM dan Samsat keliling juga disiapkan di Pasar Induk Jakarta Timur dan Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

    Keenam, layanan SIM dan Samsat keliling juga berada di Palm Semi Jalan Imam Bonjol Karawaci Cikokol Kota Tanggerang. Untuk wilayah Ciledug terletak di Giant Poris Cipondoh Ciledug.

    Layanan ini juga disiapkan polisi di wilayah Serpong, di ITC BSD Serpong.

    Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan Ciputat bisa mengurus perpanjangan SIM di Pasar Modern Bintaro. Untuk Kabupaten Bekasi berada di Pasar Bersih Cikarang.

    Selanjutnya, layanan SIM keliling juga disiapkan petugas di wilayah Depok tepatnya Dealer Honda Simpangan Jalan Tole Iskandar dan terakhir berada di daerah Cinere Honda Care Sawangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.