Kantong Daging Kurban, Anies Imbau Beralih dari Kresek ke Besek

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menjajakan hewan kurban di trotoar khusus pejalan kaki di kawasan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, 20 Agustus 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para pedagang hewan kurban tidak berjualan di trotoar dan meminta jajaranya untuk menertibkan pedagang yang masih berjualan hewan kurban di trotoar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pedagang menjajakan hewan kurban di trotoar khusus pejalan kaki di kawasan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, 20 Agustus 2018. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta para pedagang hewan kurban tidak berjualan di trotoar dan meminta jajaranya untuk menertibkan pedagang yang masih berjualan hewan kurban di trotoar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk beralih dari menggunakan plastik atau kantong kresek ke besek bambu untuk mewadahi daging kurban.

    "Mari beralih dari menggunakan plastik terutama plastik hitam ke bahan alami seperti besek yang terbuat dari bambu," kata Anies di Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara, Selasa, 30 Juli 2019.

    Anies menyebutkan DKI Jakarta sudah menggalakkan untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang untuk daging kurban. Ia mengaku sudah memerintahkan PD Pasar Jaya untuk menyediakan pemasok besek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas saat hari raya kurban.

    Dengan penggunaan besek itu, Anies berharap dapat juga mendorong perekonomian para perajin bambu. "Ini juga bisa menggerakkan perekonomian perajin besek," kata dia.

    Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sebelumnya sudah mengeluarkan surat edaran mengimbau penyelenggara kurban hari raya Idul Adha untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membagikan daging kurban. "Kami imbau agar panitia kurban tidak menggunakan plastik sekali pakai, apa lagi plastik kresek hitam pada saat membagikan daging kurban," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Juli 2019.

    Ardono menjelaskan kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alamiah. Apalagi kantong kresek hitam yang dibuat dari daur ulang plastik bekas yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan, termasuk untuk daging kurban. Selain itu, imbauan untuk tidak memakai kantong kresek hitam sudah diatur dalam oleh BPOM sejak 2009.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.