Temuan Mengejutkan Polisi dari Hasil Tes Rambut Nunung Srimulat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Unit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak danKepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono (dua dan tiga dari kiri) saat konferensi pers terkait aliran sabu ke pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung di kantornya, Kamis, 25 Juli 2019. TEMPO/Yusuf Manurung

    Kepala Unit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak danKepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono (dua dan tiga dari kiri) saat konferensi pers terkait aliran sabu ke pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung di kantornya, Kamis, 25 Juli 2019. TEMPO/Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Narkoba Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Komisaris Besar Sodiq Pratomo menyampaikan hasil tes terhadap darah, rambut dan urine pelawak Nunung Srimulat. 

    untuk mengetahui lama penggunaan sabu. Sodiq mengatakan sampel darah, rambut dan urine tersebut diterima laboratorium forensik dari penyidik pada 23 Juli 2019.

    "Dari hasil pemeriksaan rambut, NN minimal sudah 13 bulan menggunakan Amfetamin," kata Sodiq di Polda Metro Jaya, Selasa, 30 Juli 2019.

    Sodiq menjelaskan, narkoba yang dikonsumsi lebih gampang dilihat melalui urine. Namun menurut dia, narkoba itu juga terdeposit ke darah dan rambut. Dia mengatakan, laboratorium forensik menerima sampel rambut komedian Ini Talkshow itu sepanjang 12 sentimeter.

    Hasil pemeriksaan, rambut perempuan bernama lengkap Tri Retno Prayudati diketahui mengandung narkotika. Dengan asumsi rambut manusia tumbuh sekitar 1 sentimeter per bulan, ujar Sodiq, maka didapat kesimpulan bahwa komedian berusia 55 tahun itu positif menggunakan sabu minimal 13 bulan terakhir.

    Sedangkan pemeriksaan darah, ujar Sodiq, sudah tidak ditemukan narkoba. Alasannya karena darah diperiksa setelah lima hari diambil dari tubuh perempuan kelahiran Solo itu sehingga alat yang tersedia tidak bisa lagi mendeteksi.

    Sementara dari urine, Sodiq melanjutkan, masih ditemukan kandungan metamfetamin yang cukup tinggi walau cairan itu telah berumur lima hari. "Dugaannya dia memang pengguna aktif yang sudah lama memakai. Biasanya kalau pengguna tidak aktif, satu atau dua hari sudah tidak ditemukan dalam urine," kata Sodiq.

    Polisi menangkap Nunung bersama July dan tersangka kurir sabu Hadi Moheryanto alias Tabu pada Jumat, 19 Juli 2019 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Polisi menyita barang bukti berupa satu klip sabu seberat 0,36 gram saat penggerebekan itu. Nunung dan suami lantas dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.