Anies Sebut Pengelolaan Sampah di Jakarta Belum Baik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk kapasitas 12 ton milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut sampah di TPS Muara Baru, Penjaringan, yang menggunung usai kisruh dana hibah Bekasi, Senin 22 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Truk kapasitas 12 ton milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengangkut sampah di TPS Muara Baru, Penjaringan, yang menggunung usai kisruh dana hibah Bekasi, Senin 22 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan selama ini pemerintah DKI belum mengelola sampah dengan baik. Menurut dia, gubernur DKI sebelumnya tidak fokus pada pengelolaan sampah di Jakarta.

    "Yang dikerjakan selama ini di Jakarta hanyalah memungut sampah bukan mengelola sampah," kata Anies di rumah dinas gubernur, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

    Karena itu, Anies mengaku sedang menyusun peta jalan alias roadmap pengelolaan sampah. Ini merupakan bagian dari persiapan perubahan pengelolaan sampah.

    Saat ini, Anies enggan membeberkan isi roadmap tersebut. Ia mengatakan akan mengumumkan secepatnya apabila roadmap sudah siap. Hal itu mengingat pengelolaan sampah berkaitan dengan semua rumah tangga dan industri sehingga eksekusinya harus matang.

    Namun, salah satu rencana pengelolaan adalah DKI bakal mengurangi sampah dari sumbernya. "Kami merasa pengolahan sampah di Jakarta selama ini belum baik dan itulah kenyataan yang saya terima sebagai fakta," kata Anies.

    Anies menyampaikan hal itu untuk menanggapi ucapan anggota DPRD DKI Komisi D Bidang Pembangunan, Bestari Barus. Dia mengingatkan, Bestari selaku anggota dewan untuk ikut bertanggung jawab atas pengelolaan sampah DKI yang selama ini belum baik.

    Bestari yang juga anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD DKI sebelumnya melakukan studi banding mengenai pengelolaan sampah ke Surabaya, Jawa Timur pada Senin, 29 Juli lalu. Politikus Partai NasDem itu bahkan bertanya apakah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ingin diboyong ke Jakarta agar masalah sampah teratasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.