Polusi Makin Parah, Ketua DPRD Minta Anies Terapkan Hujan Buatan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyambut kedatangan jenazah Arifin Ilham di Bandara Halim Perdana Kusuma. TEMPO/Chitra Paramaesti

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyambut kedatangan jenazah Arifin Ilham di Bandara Halim Perdana Kusuma. TEMPO/Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera menjalankan modifikasi cuaca berupa hujan buatan. Modifikasi cuaca ini diharapkan dapat mengurangi polusi udara di Jakarta.

    "Harus segera, ini makin parah loh. Saya mengimbau kepada gubernur bagaimana caranya lah di bidangnya itu supaya ada hujan buatan," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019.

    Politikus PDIP ini sepakat dengan cara yang ditawarkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) soal hujan buatan. Sebab, menurut dia, udara Jakarta sudah tergolong kotor. "Karena sekarang masuk ke hidung sedikit aja sudah kekotoran, sudah karena kepenatan," ujar dia.

    Sebelumnya, pemerintah DKI meminta BPPT memulai modifikasi cuaca antara 10-15 Juli 2019 guna membersihkan udara Ibu Kota. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto menyebut kedua pihak telah menyepakati awal pelaksanaan hujan buatan di wilayah DKI tersebut.

    Seto berujar awalnya pemerintah DKI mengundang BPPT untuk membahas kemungkinan pelaksanaan TMC di Jakarta. Rapat pun bergulir hingga sudah membahas soal teknis pelaksanaan menciptakan hujan buatan. Hingga kini belum ada kejelasan ihwal rencana itu.

    Hujan buatan dinilai dapat mengikis tingkat polusi udara Jakarta. Seto tak menjanjikan persentase penurunannya. Namun, modifikasi cuaca seperti ini sudah diterapkan di beberapa kota di negara lain, seperti Thailand, Cina, Korea Selatan, dan India.

    Sebenarnya, Gubernur DKI Anies Baswedan pernah meminta BPPT mengadakan hujan buatan sebelum anak-anak kembali bersekolah pada 10-15 Juli lalu. Namun kerjasama itu tak terdengar lagi kabarnya setelah program itu terkuak ke publik dan dikritik oleh Greenpeace. Dinas Lingkungan Hidup DKI berkilah belum menyetujui rencana itu.   



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.