Abah Grandong, Pria Pemakan Kucing Bakal Menyerahkan Diri

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor anak kucing Bengal berada dalam kandang saat mengikuti pameran kucing lokal di Almaty, Kazakhstan, 21 April 2018.  REUTERS/Shamil Zhumatov

    Seekor anak kucing Bengal berada dalam kandang saat mengikuti pameran kucing lokal di Almaty, Kazakhstan, 21 April 2018. REUTERS/Shamil Zhumatov

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Arie Ardian mengatakan Abah Grandong, pria pemakan kucing yang sempat buron akan menyerahkan diri ke polisi, Kamis pagi

    "Jam 9 atau 10 mungkin," kata Arie saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 31 Juli 2019.

    Menurut Arie, polisi yang mencari pria pemakan kucing hidup-hidup itu telah bertemu dengan kerabat dan temannya. Mereka yang akan membawa Abah ke Polres Jakarta Utara.

    "Mereka yang mau menghadapkannya ke kita," kata dia.

    Arie mengatakan, polisi kemungkinan akan melakukan pemeriksaan terhadap Abah tentang aksinya memakan kucing hidup-hidup di kawasan Kemayoran.

    Sebelumnya, video viral pria makan kucing hidup-hidup itu menghebohkan dunia maya. Tindakan Abah menuai kecaman dari masyarakat.

    Kapolsek Kemayoran Komisaris Syaiful Anwar mengatakan kejadian makan kucing itu bermula saat Abah dibawa oleh seseorang ke Jakarta untuk menjaga objek bangunan berupa tembok di kawasan Kemayoran. "Nah, tembok itu lagi menjadi sengketa," kata dia.

    Syaiful mengatakan, di sekitar tembok ada beberapa pedagang kali lima yang berjualan dan menduduki sebidang tanah. Menurut dia, tanah itu sendiri tercatat sebagai milik Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran atau PPKK bukan milik orang yang memperkerjakan Abah. "Bapak itu dapat tugas dari pihak pendiri tembok, bahwa warung-warung ini harus tidak boleh berdagang lagi," kata Syaiful.

    Pada saat menjaga bangunan itu, Abah Grandong menemukan tiga pedagang yang beroperasi. Pelaku kemudian meminta para pedagang itu untuk mematikan lampu warungnya dan tidak beroperasi lagi. Namun, ada satu pedagang yang menolak perintah pria asal Rangkas Bitung itu. "Maka diambil kucing itu terus dimakan untuk menakut-nakuti pemilik warung," kata Syaiful.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.