Anies Buang Badan Soal Pengelolaan Sampah, PSI Bela Ahok

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendatangi DPP Partai NasDem, Jalan Suroso, Gondangdia, Jakarta, untuk memenuhi undangan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Rabu 24 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendatangi DPP Partai NasDem, Jalan Suroso, Gondangdia, Jakarta, untuk memenuhi undangan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Rabu 24 Juli 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta Rian Ernest menanggapi ucapan Gubernur DKI Anies Baswedan yang menyalahkan pendahulunya dalam hal pengelolaan sampah. Menurut dia, konsep pemanfaatan sampah menjadi listrik bukan ide Anies melainkan sudah lahir sejak era Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    "Zaman Pak BTP memang ada diskusi di mana nanti ada generator ya. Saya lupa istilahnya," kata Ernest saat dihubungi, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Ernest menyatakan bahwa terobosan dalam pengelolaan sampah itu rencananya dibangung oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Konsep teknologi itu, menurut dia memang awalnya direncanakan dibangun di kawasan Sunter yang saat ini disebut Anies sebagai Intermediate Treatmen Facility (ITF).

    "Artinya sudah ada arah ke sana. Tapi kan di tengah jalan Pak Ahok belum bisa menyelesaikan itu karena Pilkada, juga tidak menang," jelas mantan staf ahli di bidang hukum saat Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tersebut.

    Dia tak mau mengklaim bahwa rencana tersebut dicetuskan oleh Ahok karena tak tahu pasti sejak kapan ide tersebut muncul. Namun, Ernest mengingatkan agar Anies tidak menyalahkan gubernur terdahulu.

    "Kalau misalnya ada inkompetensi dalam hasil kerja lalu menyalahkan gubernur terdahulu. Tidak bagus juga kalau seorang pemimpin terlalu gampang buang-buang badan menyalahkan orang," jelas dia.

    Perdebatan soal pengelolaan sampah ini muncul pertama kali setelah Anggota DRPD DKI Jakarta Bestari Barus dan sejumlah rekannya melakukan kunjungan kerja ke Surabaya. Dia tampak terpukau dengan keberhasilan Walikota Tri Rismaharini dalam mengelola sampah di Kota Pahlawan tersebut.

    Bestari lantas menyatakan tertarik memboyong Risma ke DKI Jakarta untuk menangani masalah sampah di TPST Bantar Gebang yang menurut dia akan melebihi kapasitas penampungan pada 2021 mendatang. Apalagi, menurut dia fasilitas ITF yang akan dibangun di tempat lain seperti Sunter baru akan kelar pembangunannya pada 2022.

    Menanggapi Bestari, Anies Baswedan justru tampak menyalahkan Gubernur DKI Jakarta terdahulu. Dia menyatakan ucapan Bestari ingin menyerangnya namun justru menghantam pendahulunya tanpa menyebutkan siapa yang dia maksud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.