Anggaran Sampah Jakarta - Surabaya, Dinas LH: Keliru Dibandingkan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di gubuk yang berdiri di jalur inspeksi bantaran kanal banjir barat, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. Jalan inspeksi dibangun untuk sistem pengendalian banjir, sebagai jalan alat berat untuk mengeruk sampah dan endapan di dasar kanal. ANTARA/Galih Pradipta

    Warga beraktivitas di gubuk yang berdiri di jalur inspeksi bantaran kanal banjir barat, kawasan Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019. Jalan inspeksi dibangun untuk sistem pengendalian banjir, sebagai jalan alat berat untuk mengeruk sampah dan endapan di dasar kanal. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah DKI Jakarta menilai keliru membandingkan anggaran pengelolaan sampah Jakarta dengan Kota Surabaya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Wahyu menyatakan perbandingan sampah Jakarta  dan Surabaya tidak apple to apple.

    "Karena memang tidak apple to apple dengan Surabaya, DKI provinsi dan Surabaya kota," ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Kamis 1 Agustus 2019.

    Selain itu kata Andono jumlah penduduk DKI Jakarta jauh lebih tinggi dari warga kota Surabaya.

    Andono juga membantah pernyataan anggota DPRD Bestari Burus yang menyatakan anggaran pengelolaan sampah DKI Rp 3,7 triliun. Menurut dia Rp 3,7 triliuan tersebut merupakan anggaran Dinas Lingkungan Hidup seluruhnya.

    Hal tersebut disampaikan Bestari saat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapem Perda) DPRD DKI, melakukan studi banding mengenai pengelolaan sampah ke Surabaya, Jawa Timur.

    Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang ikut dalam studi banding itu tertawa mendengar penuturan kalau DKI memiliki anggaran soal sampah Jakartas Rp 3 triliun.

    Risma menyebutkan secara keseluruhan anggaran Kota Surabaya angkanya jauh lebih kecil dibanding APBD DKI Jakarta. APBD Surabaya pada tahun 2019 sebesar Rp 9,5 triliun, jauh di bawah anggaran DKI Jakarta sebesar Rp 89,8 triliun.

     "Memang iya uang kami sedikit sekali. Kami memang harus hemat." ujarnya.

    TAUFIQ SIDDIQ l M HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.