Selasa, 17 September 2019

Nelayan Kampung Marunda Cemas Tumpahan Minyak Masuk Teluk Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. ANTARA

    Warga mengumpulkan tumpahan minyak (Oil Spill) yang tercecer di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Tumpahan minyak tersebut tercecer di sepanjang pantai Sedari hingga pantai Cemarajaya akibat kebocoran pipa proyek eksplorasi minyak milik Pertamina. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Nelayan pesisir di Kampung Marunda Kepu, Jakarta Utara, merasa khawatir apabila tumpahan minyak masuk Teluk Jakarta, karena arah angin saat ini yang berubah-ubah.

    "Arah angin saat ini tidak menentu. Sekarang arah angin dari timur-tenggara, kalau misalnya bergerak dari utara, bisa jadi masuk ke sini, kan tumpahan itu bisa terbawa karena angin," kata nelayan udang Subur Haryanto, di Jakarta Utara, Jumat, 2 Agustus 2019.

    Nelayan di Kampung Marunda Kepu RT 08/RW 07, itu mengharapkan agar pihak terkait segera mengatasi solusi insiden di laut itu agar tidak meluas.

    Subur merupakan nelayan pesisir atau pinggir yang beroperasi dari kawasan banjir kanal timur (BKT) hingga sekitar tiga kilometer dari Kampung Marunda Kepu.

    Saat ini, lanjut dia, kawasan perairan pesisir Marunda masih belum ditemukan adanya luberan minyak itu. Dia memperkirakan arah angin dari timur membawa tumpahan ke arah barat sehingga sisanya ditemukan di beberapa pulau di kawasan Pulau Seribu.

    Bocornya sumur migas lepas pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) beberapa waktu yang lalu telah mencemari sejumlah wilayah di laut pantai utara Karawang, Jawa Barat. ANTARA

    Sedangkan nelayan pesisir di Marunda Kepu kata dia, berada di teluk Jakarta sehingga tumpahan itu masih terhalang oleh Muara Bendera dan belum mengarah ke kawasan tersebut.

    Senada dengan Subur, nelayan pesisir lain yakni Rahman untuk sementara ini juga belum melihat tumpahan minyak.

    "Kalau saya nelayan pesisir belum tahu ada minyak atau tidak. Kalau kena minyak tumpah di tengah (laut) mungkin banyak ikan mati," katanya. Dia mengharapkan agar lingkungan laut kembali bersih dan bebas dari polusi termasuk limbah, agar nelayan bisa tetap melaut.

    Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad sebelumnya mengonfirmasi beberapa pulau antara lain Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, dan Pulau Ayer terdampak tumpahan minyak mentah. Adapun bentuknya berupa gumpalan kecil berwarna hiam seperti aspal padat

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.