Tumpahan Minyak Pertamina di Kepulauan Seribu, Pariwisata Aman

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara saat warga membersihkan tumpahan minyak mentah (Oil Spill) di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Foto udara saat warga membersihkan tumpahan minyak mentah (Oil Spill) di Pantai Desa Cemara Jaya, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 1 Agustus 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad menyatakan tumpahan minyak Pertamina Hulu Energi belum berdampak buruk terhadap sektor pariwisata daerah itu.

    "Belum ada dampak, masih seperti biasanya normal," kata dia, usai memberikan keterangan terkait tumpahan minyak di Balaikota DKI Jakarta, Jumat 2 Agustus 2019.

    Minyak yang tumpah dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi di Blok Offshore North West Java (ONWJ) tersebut mulai meluas sampai ke Kepulauan Seribu pada 22 Juli 2019. Cairan hitam itu terdeteksi di wilayah selatan Kepulauan Seribu yang terdiri dari tujuh pulau.

    Terkait dampak penurunan kunjungan pariwisata ke daerah itu, Husein Murad mengaku belum ada karena setiap tumpahan minyak yang tiba di daratan langsung dibersihkan petugas. 

    "Kan kejadiannya baru seminggu ini, jadi langsung kita bersihkan," katanya.

    Pemerintah setempat telah memobilisasi seluruh petugas Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan tumpahan minyak yang tiba di daratan.

    Pembersihan wilayah pantai tersebut juga bekerja sama dengan tim dari PT Pertamina Persero yang dimulai sejak 22 Juli 2019.

    Direktur Hulu PT Pertamina Persero Dharmawan Syamsu memastikan perusahaan minyak pelat merah tersebut bertanggung jawab penuh atas peristiwa tumpahan minyak dari sumur YYA-1 area Pertamina Hulu Energi.

    "Kami bertanggung jawab atas segala akibat dari oil spill yang telah mengganggu aktivitas masyarakat di sana," kata dia.

    Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab, perusahaan tersebut telah mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait langkah-langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi tumpahan minyak Pertamina di perairan Karawang yang meluas hingga ke Kepulauan Seribu dan mengancam Teluk Jakarta.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.