Minggu, 22 September 2019

Pengembangan Kasus Nunung, Polisi Tangkap Lima Pemasok Sabu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nunung Srimulat saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Nunung Srimulat saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap lima orang yang merupakan jaringan pengedar sabu bagi komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung Srimulat.

    Kepala Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Calvjin Simajuntak mengatakan lima tersangka tersebut adalah NI, 36 tahun, FAP (22), DAW (32), DAV (19), MKP (29). "Tiga ditangkap di Trenggalek," kata dia, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Penangkapan terhadap para pengedar itu, kata Calvijn, berawal dari interogasi terhadap Nunung dan suaminya, Jan July Sembiran. Polisi pun mendapatkan informasi mengenai tersangka yang mengantarkan sabu dengan meletakkannya di pinggir jalan di daerah Cibinong.

    Saat dilakukan pencarian, salah satu tersangka sempat melarikan diri dari Cibinong menuju Semarang. Tersangka lainnya juga menyusul kabur menuju Trenggalek.

    Hingga pada akhirnya, kata Calvijn, dilakukan penyelidikan dan tiga tersangka berhasil ditangkap di Trenggalek dengan barang bukti sabu seberat 2,86 gram. Kemudian dua tersangka lainnya ditangkap dengan barang bukti berupa 12 gram ganja kering, sabu 28 gram dan 390 gram pada Ahad, 4 Agustus 2019.

    Nunung dan suami sebelumnya ditangkap bersama seorang pengedar bernama Hadi Moheriyanto alias Tabu. Sabu yang dipakai Nunung diketahui berasal dari seorang narapidana di Lapas Bogor, IP. Tabu mendapatkan sabu dari IP melalui E. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe