Mati Lampu, Pedagang di Glodok Justru Raup Untung

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di dekat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019. Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek mengakibatkan sejumlah lampu pengatur lalu lintas tidak berfungsi. ANTARA

    Pengendara melintas di dekat lampu lalu lintas yang tidak berfungsi di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin, 5 Agustus 2019. Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek mengakibatkan sejumlah lampu pengatur lalu lintas tidak berfungsi. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mati lampu bersamaan di daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Ahad siang, 4 Agustus 2019 memberi berkah bagi para penjual alat-alat listrik di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Penjualan mereka meningkat tajam bahkan sebagian toko kehabisan stok barang.

    Rahman, karyawan Toko Orien, menyatakan bahwa masyarakat berbondong-bondong membeli genset pada Senin kemarin, 5 Agustus 2019. Dia pun mengatakan bahwa stok genset di toko kawasan tersebut seluruhnya telah habis.

    "Seglodok habis kemarin, ada yang ambil disini (toko Orien) dan toko di depan. Kalau pas Minggu itu toko yang di depan ramai," kata Rahman, karyawan di toko Orien, Glodok Jaya, Jakarta Barat, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Diapun menyebut genset yang terjual mencapai puluhan unit. Padahal pada hari biasa, penjualan di tokonya paling banyak tiga sampai lima unit.

    "Semua Glodok macet disini kemarin. Ada mungkin sekitar 50-an lebih yang laku. Motor isinya genset semua, pembeli pada bawa genset pakai motor," katanya.

    Genset yang dijual pun harganya bervariasi, tergantung merek dan kekuatan daya. Besaran harga yang ditawarkan berkisar Rp 2 juta hingga Rp 6 juta dengan kapasitas 900-3.000 watt.

    Hal senada diakui oleh karyawan di toko Dipotec. Karyawan yang tidak ingin disebut namanya itu mengatakan toko tempatnya bekerja meraup untung banyak.

    "Keuntungan sih banyak ya, soalnya kemarin itu orang mencari genset semua," ujarnya.

    Meski tak menyebut berapa jumlah omzet yang di dapatkan, karyawan itu mengakui mendapatkan untung besar dari pemadaman listrik tersebut.

    Tak hanya genset, penjualan lampu emergency juga laku keras pada Senin kemarin. Ce Ing pemilik toko Terminal Elektric, gedung Murata, Glodok Plaza mengakui penjualannya meroket.

    "Iya seperti jual kacang goreng, di serbu banyak orang gara-gara mati lampu," katanya di Glodok Plaza, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Ce Ing mengakui omzet yang didapatkan pada Senin kemarin tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa. Adapun lampu emergency yang banyak di buru adalah jenis lampu emergency dengan ketahanan sampai 6-9 jam.

    "Untung lumayanlah, tiga kali lipat dari biasa," katanya.

    Omzet naik juga di rasakan oleh pemilik toko Istana Lampu di Glodok Plaza. Penjualan lampu emergency di tokonya laku drastis akibat pemadaman itu.

    "Tidak bisa dihitung laku berapa, banyaklah. Keuntungan lumayan tinggi ketimbang hari biasa," ujarnya.

    Sejumlah karyawan yang bekerja di Glodok Plaza mengakui pengunjung pada Senin kemarin membludak. Mereka menyebut rata-rata pengunjung mencari lampu emergency dan genset.

    Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten tersebut memang masih terus berlangsung hingga hari ini. Beberapa wilayah sempat mengalami pemadaman bergilir karena pasokan listrik belum normal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.