Listrik Padam, PLN Bayar Kompensasi Warga Jakarta Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menunggu pembeli di sebuah rumah makan dengan penerangan lilin saat pemadaman listrik di sebuah rumah makan di kawasan Sabang, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Sejumlah tempat usaha terpaksa tutup karena dampak padamnya listrik besar-besaran. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Karyawan menunggu pembeli di sebuah rumah makan dengan penerangan lilin saat pemadaman listrik di sebuah rumah makan di kawasan Sabang, Jakarta, Ahad, 4 Agustus 2019. Sejumlah tempat usaha terpaksa tutup karena dampak padamnya listrik besar-besaran. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PLN Distribusi Jakarta Raya akan memberikan kompensasi ganti rugi kepada masyarakat akibat pemadaman listrik massal. Kompensasi listrik padam dijanjikan bakal dibayarkan bulan depan.

    General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Assad mengatakan kompensasi akan diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik pada bulan depan. "Secara otomatis akan ada pengurangan penagihan pada bulan depan," ujarnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu 7 Agustus 2019.

    Ikhsan menyebutkan sudah mempunyai data terkait pelanggan PLN di Jakarta yang mengalami kerugian dari pemadaman yang terjadi pada Ahad, 4 Agustus lalu. Karena itu, kata dia, warga yang mengalami kerugian tidak perlu datang ke PLN. "Jadi warga tidak harus ke kantor PLN," ujarnya.

    Pemberian kompensasi tersebut, kata Ikhsan, diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terikat dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN.

    Dalam kesempatan itu, Ikhsan juga menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya mati lampu selama berjam-jam di Jakarta dan sekitarnya akibat gangguan SUTET Ungaran-Pemalang. Menurut dia, PLN sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk rencana penambahan pasokan listrik agar pemadaman tersebut tidak terulang.

    Kejadian listrik padam pada Ahad, 4 Agustus lalu berdampak hampir di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Akibat kejadian itu, sejumlah pelayanan publik sempat berhenti. Misalnya adalah berhentinya operasional KRL dan MRT. Sejumlah lampu lalu lintas juga tidak menyala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.