Selasa, 17 September 2019

Caleg Terpilih DPRD Kota Depok Dipecat Partai, KPU Angkat Bicara

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga secara swadaya membuat tempat pemungutan suara (TPS) jelang Pemilu 2019 di Kampoeng Pemilu Nusantara, Depok, Jawa Barat, Selasa, 16 April 2019. Menjelang pencoblosan, panitia dan warga  membuat TPS bernuansa kampung nusantara  yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tertarik menggunakan hak pilih pada pemilu serentak pada 17 April 2019. ANTARA

    Warga secara swadaya membuat tempat pemungutan suara (TPS) jelang Pemilu 2019 di Kampoeng Pemilu Nusantara, Depok, Jawa Barat, Selasa, 16 April 2019. Menjelang pencoblosan, panitia dan warga membuat TPS bernuansa kampung nusantara yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar tertarik menggunakan hak pilih pada pemilu serentak pada 17 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok -Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Depok, Nana Shobarna membenarkan adanya kabar pemecatan anggota DPRD Kota Depok terpilih Babai Suhaimi. “Suratnya sudah sampai ke kami pada tanggal 1 Agustus lalu,” kata Nana kepada Tempo, Rabu 7 Agustus 2019.

    Nana mengatakan, perihal surat tersebut adalah pembatalan terhadap caleg terpilih dari PKB Daerah Pemilihan 6 Kota Depok, Babai Suhaimi.

    “Lampirannya pertama surat pemutusan pemecatan, kemudian kedua surat persetujuan dari DPP PKB yang dilayangkan langsung oleh ketua PKB Depok,” kata Nana.

    Nana mengatakan, alasan yang dicantumkan dalam surat itu karena dua hal yakni Babai mengkampanyekan partai lain dan ada komitmen yang diingkari.

    “Apa saja komitmen yang dimaksud, nah itu tidak dijelaskan secara spesifik,” kata Nana.

    Nana mengatakan, pihaknya telah memanggil kedua pelah pihak dan sudah melayangkan surat berisi permohonan arahan atau petunjuk kepada KPU Jawa Barat maupun KPU RI pasca diterimanya surat itu.

    “Saat ini kami tinggal menunggu surat atau petunjuk balasan dari KPU RI dan KPU Jabar,” kata Nana

    Terkait status Babai, Nana mengatakan, sampai saat ini belum ada pencabutan Surat Keputusan penetapan sebagai calon terpilih dari KPU Kota Depok.

    “Keputusannya petunjuk yang disampaikan KPU Jabar dan KPU RI kepada kami, langkah itulah yang akan kami ambil untuk menindaklanjuti,” kata Nana.

    Diketahui Babai adalah salah satu caleg yang meraih perolehan suara tertinggi pertama di Kota Depok dengan perolehan suara 12.293 pada Pileg 2019. Mengalahkan petahana Hamzah dari partai Gerindra 10.953 suara dan Edi Masturo dari partai Gerindra 10.120 suara

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Depok Slamet Riyadi membenarkan Babai Suhaimi telah dipecat oleh DPP PKB.

    “Betul Babai Suhaimi telah diberhentikan dan surat resmi dari DPP PKB sudah ada,” kata Slamet dikonfirmasi Tempo, Selasa 6 Agustus 2019 malam.

    Namun, Slamet mengatakan, alasan pemecatan diserahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. “Memang prosedurnya ada di DPP intinya nggak mungkin DPP memecat, memberhentikan, tanpa alasan jelas,” kata Slamet.

    Slamet menolak adanya dugaan unsur politis dibalik pemecatan Babai Suhaimi, “Tidak ada kaitannya, kewenangan pemecatan ada di DPP, dan pasti DPP sudah mempertimbangkan dengan berbagai alasan,” kata Slamet.

    Diketahui Babai dan Slamet Riyadi berasal dari Dapil yang sama yakni Dapil 6 (Sawangan-Bojongsari-Cipayung) Kota Depok. Namun, Slamet dikalahkan oleh Babai dengan hanya memperoleh 3.809 suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.