Aurellia Wafat, Latihan Anggota Paskibra di Tangsel Jadi Longgar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana latihan Paskibraka nasional 2019 di PP PON Cibubur Jakarta Timur, Rabu 7 Agustus 2019. TEMPO/Aulia Zita

    Suasana latihan Paskibraka nasional 2019 di PP PON Cibubur Jakarta Timur, Rabu 7 Agustus 2019. TEMPO/Aulia Zita

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Orang tua calon Pasukan Pengibar Bendera atau capaska Kota Tangerang Selatan menyatakan saat ini ada kelonggaran dalam latihan anggota Paskibra.

    "Biasanya saya antar anak saya pagi- pagi sekali karena jam 05.30 sudah mulai," kata Nurjanah, salah satu orang tua Capaska saat menjemput anaknya di Lapangan Cilenggang, Serpong, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Menurut Nurjanah, saat ini anaknya yang biasa berangkat pagi, sekarang bisa berangkat agak siang. Biasanya ia mengantar anaknya pukul 05.00. Kini ia bisa mengantar anaknya pukul 06.30 karena latihan dimulai pukul 07.00.

    "Dan sekarang sudah tidak ada tugas ngerjain buku diary tadinya ada, jam pulangnya sudah longgar tadinya pulang jam 17.30 sekarang pulang jam 16.00," kata Nurjanah.

    Menurut dia, kelonggaran ini terjadi sejak ada kejadian kematian anggota calon Paskibra, Aurellia Quratu Aini pada 1 Agustus lalu. Nurjanah menyebut hampir semua orang tua capaska mengetahui peristiwa itu.

    "Saya sempat dag dig dug, karena anak terlalu lelah, berangkat pagi pulang, malam. Kalau sekarang Alhamdulillah sudah banyak perubahan, anak suka cerita lelah aja, karena berangkat pagi," kata Nurjanah.

    Nurjanah pun berharap ke depannya tidak sampai terjadi kejadian seperti Aurellia. Ia meminta agar ada pengawasan lebih ketat lagi.

    Calon anggota Paskibra Tangsel Aurellia Quratu Aini meninggal pada 1 Agustus lalu. KPAI mengungkap adanya dugaan kekerasan yang dilakukan seniornya terhadap remaja putri itu. Polisi pun tengah melakukan penyelidikan atas kematian Aurellia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.