Kronologis Tawuran Pelajar Depok, Diawali Pertemuan Media Sosial

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi tawuran. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Depok -Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan, kejadian tawuran pelajar yang menyebabkan seorang siswa tewas diawali dengan janjian melalui media sosial.

    “Mereka mengatur janji sore harinya, kemudian bertemu di TKP dan terjadilah tawuran pelajar pada pukul 18.30,” kata Arya di Kantor Polresta Depok, Rabu 7 Agustus 2019.

    Arya mengatakan, aksi tawuran dilakukan di jalan Raya Cipayung, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

    “Masing-masing kelompok mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan bilah bambu,” kata Arya.

    Nahasnya, saat terjadi bentrok, korban inisial MI (16) terjatuh hingga menjadi bulan-bulanan kelompok lain yang sedang terlibat tawuran itu. “Melihat korban terjatuh, salah satu kelompok menganiaya menggunakan celurit,” kata Arya.

    Korban yang terkena luka bacokan dibagian punggung dilarikan ke RS Citama, Pabuaran, Kabupaten Bogor dan meregang nyawa saat hendak dilakukan penanganan.

    “Diduga korban kehabisan darah hingga meninggal dunia,” kata Arya.

    Aparat kepolisian Resor Kota Depok pun bergerak cepat dan mengamankan 17 siswa pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

    “Dari 17 yang diamankan, tiga orang kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Arya.

    Arya mengatakan, ketiga pelajar yang ditetapkan sebagai tersangka yakni MF (17), SF (16), dan Capri Wali (18).

    “Ketiganya kami jerat dengan pasal 170 KUHP atau 351 ayat (3) KUHP,” kata Arya.

    Arya mengatakan, barang bukti yang diamankan antara lain 3 buah celurit bergagang kayu, 1 buah handphone merk Asus dan 1 buah baju seragam sekolah berwarna putih berlumuran darah.

    Sebelumnya, satu siswa pelajar inisial MI (16) menjadi korban pembacokan setelah terlibat tawuran pelajar pada Selasa 6 Agustus 2019 malam. Korban tewas akibat mendapatkan luka bacokan disekujur tubuhnya hingga harus dilarikan ke RS.Citama, Pabuaran, Bojong Gede, Kabupaten Bogor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.