Tragis, Tiga Pemuda Tewas Terpanggang Kebakaran di Cipayung

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    Ilustrasi Kebakaran (rft.be)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga orang tewas dalam kebakaran dua toko, penjual plastik dan sembako, di Jalan Raya Cipayung, Jakarta Timur, Jumat dinihari, 9 Agustus 2019. Ketiga korban kebakaran di Cipayung itu adalah Surya, 23 tahun, Wahyu, 20 tahun, dan Danu, 21 tahun.

    Kepala Kepolisian Sektor Cipayung, Komisaris Rasyid, mengatakan kebakaran terjadi Pukul 04.30 WIB. Adapun para korban ditemukan dalam kamar mandi seluas 1,5 meter persegi. "Mungkin panik dan tiga orang ini lari ke kamar mandi,” ujar Rasyid saat dikonfirmasi, pada Jumat, 9 Agustus 2019.

    Diduga hendak berlindung, ketiganya malah dilumat api hingga jasadnya sulit dikenali. Identitas mereka diketahui polisi dari masyarakat sekitar. “Kami mau identifikasi sidik jari susah karena luka bakar di seluruh badan,” ucap Rasyid.

    Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Ady Wibowo menyebut dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik di toko agen penjual plastik. Toko itu tak berpenghuni saat terjadi kebakaran. Nahas, api merambat ke toko sebelahnya tanpa diketahui.

    Kebakaran itu baru diketahui Susworo, 29 tahun, saat hendak salat Subuh di masjid. Ketika melintas, ia melihat api telah berkobar di dua toko tersebut.

    Susworo langsung meminta warga lain untuk melapor ke pemadam kebakaran dan Kepolisian Sektor Cipayung. Ia lalu meneriaki para pemuda yang berada di dalam toko, tapi tak ada respons.

    Suku Dinas Penanggulangan, Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur langsung meluncur ke lokasi dengan 15 unit mobil pemadam kebakaran. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.