Bertemu JK, Anies Baswedan Cerita Perkembangan Transportasi DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat meninjau pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Kalla mengatakan keberadaan MRT diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) saat meninjau pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Kalla mengatakan keberadaan MRT diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membahas perkembangan pelayanan tranportasi publik Jakarta dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    Pertemuan tersebut berlangsung Jumat siang di Istana Wakil Presiden Jakarta Pusat. "Iya tadi bertemu pak JK," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Dalam pertemuan itu, Anies melaporkan peningkatan jumlah pengguna transportasi publik yang meningkat drastis beberapa tahun terakhir. Tahun ini, kata Anies, DKI Jakarta memproyeksikan jumlah penggunaan kendaraan umum mencapai 280-300 juta pengguna.

    Selain soal pengguna transportasi publik, Anies mengatakan ia bersama JK membahas soal rencana peremajaan transportasi publik, seperti yang diatur dalam Instruksi Gubernur nomor 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara, yang mengatur angkutan umum yberusia 10 tahun tidak diperbolehkan beroperasi mulai tahun depan.

    Anies Baswedan mengatakan, Jusuf Kalla menyambut baik perkembangan transportasi di Jakarta. "Respon pak Wapres positif dan akan di follow up dengan kementerian," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.