Wakil Wali Kota Sebut Latihan Paskibra Tangsel Kelewat Batas

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional mengikuti latihan di Lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Cibubur, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019. Sebanyak 68 anggota Paskibraka Nasional mengikuti latihan gabungan untuk memantapkan kesiapan jelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Istana Merdeka. ANTARA

    Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional mengikuti latihan di Lapangan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON) Cibubur, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019. Sebanyak 68 anggota Paskibraka Nasional mengikuti latihan gabungan untuk memantapkan kesiapan jelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI di Istana Merdeka. ANTARA

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan bahwa latihan yang dilakukan Purna Paskibra Indonesia (PPI) wilayah Tangerang Selatan terhadap calon anggota paskibra Tangsel sudah kelewat batas.

    "Saya bilang ke mereka kalau pola latihan itu sudah kelewat batas, harusnya mereka paham bagaimana pola latihan untuk anak umur 14 dan 20 tahun seperti apa," kata Benyamin, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Menurut Benyamin, ia mengubah pola latihan untuk diambilalih oleh TNI. Sedangkan PPI hanya melihat dan menyaksikan serta mendampingi calon paskibra ini.

    "Kalau arahan dari ibu Wali Kota, ke depannya PPI yang melatih harus memiliki sertifikat, karena melatih anak usia 14 tahun dan 20 tahun itu berbeda dan melatih anak perempuan yang sedang haid seperti apa," kata Benyamin.

    Seorang calon anggota Paskibra Tangsel, Aurellia Qurotu Aini meninggal pada Kamis, 1 Agustus 2019. Ia diduga meninggal karena kekerasan dari seniornya saat pendidikan paskibra. Polisi masih menyelidiki dugaan tersebut.

    Benyamin juga mengomentari soal Aurellia yang disebut pernah dipaksa makan jeruk berserta kulitnya. Ia mengaku sempat menanyakan ke PPI apakah itu akan membentuk karakter baris berbaris. "Saya bilang ke PPI, makan kulit jeruk itu membentuk karakter tidak, membentuk sikap tidak, membentuk gerak barisan dia tidak," kata dia.

    Benyamin mengatakan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Tangerang Selatan juga harus dievaluasi untuk melihat kerja sama mereka dengan PPI dalam melatih anggota Paskibra Tangsel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.