Anies Baswedan Sebut Bus Listrik Transjakarta Segera Beroperasi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Direktur PT Transjakarta Agung Wicaksono (dua kiri) mengecek charging bus listrik saat pra uji coba di Halaman Pendopo Balaikota, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Sebanyak tiga bus yang ikut dalam uji coba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) bersama Direktur PT Transjakarta Agung Wicaksono (dua kiri) mengecek charging bus listrik saat pra uji coba di Halaman Pendopo Balaikota, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Sebanyak tiga bus yang ikut dalam uji coba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bus listrik Transjakarta yang telah melalui uji coba akan segera beroperasi. "Saya lupa pastinya kapan, tapi segera," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota, Jumat 8 Agustus 2019.

    Anies menyebutkan dalam pengadaan bus baru Transjakarta nantinya akan mulai beralih ke bus berbasis tenaga listrik. Langkah ini berkaitan dengan telah ditekennya Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik.

    Dia menambahkan penambahan jumlah bus Transjakarta juga mendesak dilakukan untuk menampung jumlah penumpang yang diprediksi akan melonjak karena perluasan kawasan yang memberlakukan aturan ganjil genap.

    Bus baru itu nantinya akan menggunakan tenaga listrik. Hal ini sejalan dengan Instruksi yang ditekennya di awal bulan ini untuk endorong penggunaan sumber energi ramah lingkungan bagi kendaraan.

    "Transjakarta saja akan double, kami akan membutuhkan dua kali lipat dari yang ada sekarang," kata Anies Baswedan saat ditemui di Istana Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Saat ini Transjakarta telah memiliki tiga unit bus bertenaga listrik. Sejak diperkenalkan Mei lalu bus produksi BYD Company Ltd asal Cina dan  PT Mobil Anak Bangsa terus melakukan uji coba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.