Dapur Kurban 2019, Ini Wilayah Pembagian Daging Kurban Siap Saji

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Hewan dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta memeriksa sapi dan kambing yang dijual di kawasan Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 9 Agustus 2019. Pemeriksaan ringan dengan menggunakan termometer tersebut untuk mengetahui suhu panas tubuh hewan serta layak tidaknya hewan tersebut dijual. Tempo/Bram Selo Agung

    Dokter Hewan dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Surakarta memeriksa sapi dan kambing yang dijual di kawasan Mojosongo, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 9 Agustus 2019. Pemeriksaan ringan dengan menggunakan termometer tersebut untuk mengetahui suhu panas tubuh hewan serta layak tidaknya hewan tersebut dijual. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendistribusikan olahan daging kurban melalui program Dapur Kurban 2019. Olahan daging tersebut akan didistribusikan ke sembilan Kelurahan yang memiliki lokasi kumuh berat.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kegiatan ini merupakan tahun kedua yang diadakan pemerintah provinsi. "Kami menggalang kolaborasi dengan mitra untuk melakukan kegiatan ibadah kurban," kata Anies melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Agustus 2019. 

    Adapun sembilan kelurahan yang akan didistribusikan makanan olahan tersebut tersebar di Kelurahan Manggarai, Kampung Melayu, Tanah Tinggi, Jati Pulo, Jembatan Besi, Keagungan, Kapuk, Penjaringan dan Kalibaru. Kelurahan tersebut akan didistribusikan daging siap saji yang dibuat koki dari hotel bintang empat dan lima.

    Anis mengatakan bahwa tahun ini jumlah daging siap saji meningkat dari tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu hanya tersedia seribu kotak maka tahun ini akan disediakan lima ribu kotak.

    Selain daging siap saji, pemerintah juga bakal mendistribusikan daging olahan berupa kornet dan rendang ke yayasan, masjid dan panti asuhan. "Kami juga distribusi daging olahan itu ke RW kumuh di Kepulauan Seribu."

    Dapur Kurban merupakan program khusus yang dibuat pemprov DKI khusus bagi masyarakat di perkampungan kumuh dan tidak mampu lainnya dengan memberikan daging kurban olahan. Daging olahan siap santap akan diolah oleh para koki hotel bintang empat dan Lima, serta Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

    "Proses pengolahannya mengikuti standar yang ditentukan oleh Asosiasi Profesi Kemanan Pangan Indonesia," ujarnya.

    Daging olahan tersebut akan diolah oleh koki di Hotel Borobudur, Darmawangsa, Shangri-La, Aston Pluit dan Grand Cempaka.

    Ia menuturkan pola kerjasama berbentuk kemitraan di mana masing-masing pihak memilik hak dan kewajiban guna memberikan pelayan publik yang terbaik bagi masyarakat dan sifatnya saling menguntungkan.

    Anies mengatakan pemerintah merangkul hotel bintang empat dan lima karena mereka memilik standar memasak yang cukup baik dalam hal pengolahan makanan.

    Selain itu, pemprov DKI ingin memberikan sajian terbaik pada warga di kawasan kumuh sehiggga mereka bisa menikmati sajian dari hotel berbintang. Pemerintah, kata Anies, tidak mengeluarkan biaya dalam mengolah daging kurban ini.

    "Kami memberikan daging kurban yang sudah dipotong di RPH Dharma Jaya untuk selanjutnya dimasak oleh chef hotel Pemerintah DKI Jakarta," ujarnya.

    Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengatakan daging kurban nantinya akan diolah sesuai ciri khas masing-masing hotel. Proses pengolahannya pun diawasi oleh Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia. "Hanya ada arahan khusus tentang penggunaan Boks yang ramah lingkungan."

    Daging kurban yang dibagikan sendiri berasal dari sumbangan berbagai pihak. Pemprov DKI Jakarta sejauh ini telah menerima sumbangan hewan kurban sebanyak 41 ekor sapi dan puluhan ekor kambing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.