Anies Baswedan Tampil di Kongres Diaspora, Apa Wejangannya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara dalam diskusi kongres diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, 10 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara dalam diskusi kongres diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, 10 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan wejangan bagi diaspora Indonesia yang tinggal di luar negeri. Menurut dia, diaspora yang terbang ke luar negeri hanya membawa badannya.

    "Tapi hati dan pikiran kita tidak akan pernah pergi dari tanah air," kata Anies Baswedan saat menjadi pembicara dalam diskusi Congress of Diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga berpesan agar para diaspora jangan terlalu menghabiskan waktu untuk memonitor kejadian yang ada di Indonesia. Sebab, menurut Anies, dari menit ke menit situasi di Indonesia tidak banyak berubah.

    "Anda di sana harus membangun jaringan internasional yang nantinya di bawa pulang untuk memperkaya republik kita," tuturnya.

    Menurut Anies Baswedan, diaspora yang berada di luar negeri mesti meningkatkan kualitas pribadinya dan membangun jaringan yang lebih luas dengan memiliki kesempatan tinggal di sana. "Namun, bagaimana pun juga tidak akan bisa melepaskan Indonesia dari hati dan pikiran."

    Lebih jauh Anies menuturkan pada saat gelombang krisis melanda Indonesia pada tahun 1999, dunia dilanda gelombang pesimisme tentang negara ini. Dugaan saat itu, Indonesia tidak akan kuat dihantam krisis yang terjadi.

    Namun, dalam 20 tahun kemudian Indonesia bisa membuktikan dan berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi. "Indonesia adalah salah satu negara yang energi powerfull," ujarnya.

    Selain itu, Anies berpesan agar para diaspora yang menempuh pendidikan di luar negeri tidak langsung pulang ke tanah air begitu menyelesaikan kuliahnya. Menurut Anies, mahasiswa luar negeri yang langsung pulang begitu menyelesaikan pendidikannya, hanya akan mendapatkan gelar diploma saja.

    Kata gubernur DKI periode 2017-2022 ini, semestinya mereka mencari pengalaman bekerja dan membangun jaringan dengan kompetensi di bidangnya. Dengan bekerja di luar negeri, mahasiswa yang telah lulus juga mengasah kamampuan komunikasi internasionalnya. "Mereka harus membuka jaringan yang amat luar dan juga mambawa bond ke Indonesia."

    Ia menambahkan para diaspora yang mempunyai kompetensi tingkat dunia harus diimbangi dengan pemahaman keadaan masyarakat di akar rumput.

    Jangan sampai kompetensi tinggi yang telah dimiliki setelah menempuh pendidikan di luar negeri, tapi tidak paham dengan keadaan dan permasalahan di akar rumput Indonesia. "Tapi, jangan sampai kebalik juga, kita memiliki pemahaman yang luas tengtang Indonesia tapi tidak punya kompetensi yang wold class," demikian Anies Baswedan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.