Begini Alasan Anies Baswedan Menyulap Banyak Trotoar di DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejalan kaki berjalan di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Anggaran revitalisasi trotoar ini direncanakan sebesar Rp 75 miliar. ANTARA/Galih Pradipta

    Pejalan kaki berjalan di trotoar Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. Anggaran revitalisasi trotoar ini direncanakan sebesar Rp 75 miliar. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan mempunyai keinginan menyulap trotoar di ibu kota sebagai lokasi interaksi antarwarga.

    "Jadi kalau dilihat di kawasan Cikini Raya perkembangan trotoar nanti bukan hanya lebih luas tapi lebih aktif dengan kegiatan masyarakat," kata dia di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Anies Baswedan menuturkan pemerintah telah melakukan sejumlah penataan trotoar di ibu kota. Penataan trotoar tersebut akan terus berjalan karena DKI mempunyai visi pendestrian bukan hanya untuk lalu lalang warga saja, melainkan bisa digunakan untuk berbagai kegiatan baik budaya sampai sosial.

    "Di situ ada ruang-ruang untuk berkegiatan ada sosial, budaya, ekonomi tanpa menggangu pergerakan pejalan kaki," ucapnya.

    Pemerintah, kata Anies lagi, bakal berusaha menunjang kebutuhan warga untuk bisa berkegiatan di trotoar. "Yang dibutuhkan nanti kami akan siapkan dan juga menunggu hasil pengembangan," katanya.

    Dinas Bina Marga DKI Jakarta menargetkan revitalisasi trotoar di lima wilayah rampung tahun ini. Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho mengatakan cara ini sebagai langkah percepatan pembangunan akses bagi pejalan kaki sesuai instruksi gubernur.

    "Di 2019 seluruh lima wilayah bergerak (revitalisasi)," kata Hari saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 9 Agustus 2019.

    Hari memaparkan revitalisasi itu berlangsung di Cikini dan Kramat, Jakarta Pusat. Dengan anggaran Rp 75 miliar, pemerintah DKI memperlebar trotoar di sepanjang jalan Cikini-Pegangsaan Timur dan Kramat-Salemba.

    Di wilayah Jakarta Selatan, revitalisasi dilakukan di Jalan Professor Doktor Satrio, Kuningan dan Jalan Kemang Raya. Selain itu, revitalisasi trotoar juga dilaksanakan di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur; Jalan Latumenten Raya, Jakarta Barat; dan sisi barat Danau Sunter, Jakarta Utara.

    "Progresnya tetap berjalan sesuai dengan rencana. Diperkirakan Desember 2019 selesai," ucap Hari terkait program revitalisasi trotoar yang merupakan salah satu perhatian penting Gubernur Anies Baswedan.

    IMAM HAMDI | LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.