Anies Baswedan Janjikan Kantor Diaspora Network, Buat Transit?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara dalam diskusi kongres diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, 10 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara dalam diskusi kongres diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, 10 Agustus 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji bakal menyiapkan kantor untuk Indonesia Diaspora Network.

    "Saya akan mengatur kantornya di kawasan segitiga emas. Jadi ada di pusat kota Jakarta," kata Anies saat menjadi pembicara dalam diskusi Congress of Diaspora Indonesia di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Anies berujar kantor yang disediakan pemprov DKI nantinya akan menjadi co-working space para diaspora yang pulang ke tanah air. Sebab, para diaspora yang pulang ke Indonesia mempunyai kebutuhan untuk mencari tempat transit sebelum mendapatkan pekerjaan.

    "Jadi nanti kantor yang disediakan pemerintah akan menjadi tempat transisi sampai mendapatkan tempat pekerjaan permanen," ujarnya.

    Berdasarkan pengalaman Anies yang pernah menimba ilmu di luar negeri, tidak seluruh diaspora bisa mendapatkan pekerjaan langsung begitu kembali ke Indonesia. Dengan disediakan kantor untuk diaspora, diharapkan mereka bisa membangun jaringan di kantor yang nantinya pemerintah sediakan. "Kantor itu bisa juga disebut hause of diaspora Indonesia," ucapnya.

    Saat kembali ke Indonesia pada tahun 2005, Anies mengaku tidak tahu mau ke mana dan berbuat apa di Jakarta. Sebabnya, Anies tidak pernah tinggal di Jakarta. Mantan Rektor Universitas Paramadina itu berasal dari Yogyakarta.

    Berbekal pengalamannya Anies merintis sendiri jaringan yang telah dibangunnya. Ke depan, ia menginginkan kantor diaspora yang disediakan juga bisa menampung ide-ide yang mereka miliki dan dipertemukan dengan komunitas bisnis dan civil society. "Pemprov akan menjadi fasilitator bagi diaspora Indonesia yang pulang atau berencana pulang untuk bertemu dengan komunitas bisnis dan civil society di sini."

    Adapun lokasi kantor yang akan disiapkan akan di antara dua pilihan, yakni di Kuningan dan Gatot Subroto. Pemprov DKI, kata dia, mempunyai tempat di dua lokasi itu untuk dijadikan kantor diaspora tersebut. "Dua lokasi itu juga berada di pusat atau jantung perekonomian Indonesia. Sehingga mereka lebih mudah mobilitasnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.