Pesan Idul Adha, Haedar Nashir: Elit Jangan Egois Pasca Pilpres

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Lokasi salat berseberangan dengan jalur MRT Jakarta Ratangga. Tempo/M Yusuf Manurung

    Suasana Salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Agustus 2019. Lokasi salat berseberangan dengan jalur MRT Jakarta Ratangga. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau masyarakat dan elit politik Indonesia untuk meningkatkan jiwa solidaritas sosial yang karitatif dalam momen Hari Raya Idul Adha. Dia meminta agar umat memposisikan diri senasib dengan rakyat yang serba kekurangan.

    "Lalu lahirlah kepedulian sesuai dengan posisi dan peran masing-masing," kata Haedar di Masjid Al Azhar usai bertindak sebagai penceramah Salat Idul Adha 1440 H pada Minggu, 11 Agustus 2019.

    Haedar mengatakan, sifat yang muncul saat ini adalah egoisme, terlebih oleh para elit. Fenomena itu terlihat, ujar dia, setelah Indonesia selesai menggelar Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019. Menurut dia, para elit politik justru lebih sibuk membahas pembagian kekuasaan daripada nasib bangsa.

    "Bangsa kita ini problemnya banyak, kesenjangan sosial masih tinggi, harus ada jiwa kepedulian terhadap keadaan, jangan menikmati dan berebut kekuasaan tanpa hati," ujar Haedar.

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ditemui awak media usai memberi ceramah salat Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan pada Ahad, 11 Agustus 2019. Haedar mengimbau kepada elit politik di Indonesia tidak egois dengan sibuk sendiri membagi-bagi kekuasaan pasca pilpres. Tempo/M Yusuf Manurung

    Haedar mengaku paham jika rebutan kekuasaan merupakan bagian tak terpisahkan dalam politik. Namun menurut dia, elit juga harus ingat bahwa Indonesia merupakan negara Pancasila dan sekaligus dikenal religius. "Ini penting jadi pelajaran agar kita ini naik kelas secara peradaban," kata dia.

    Haedar juga mamaknai Idul Adha tahun ini dalam konteks vertikal yaitu bagaimana umat muslim perlu meningkatkan kesalehan sebagai wujud tauhid. Kesalehan itu, kata dia, perlu diaktualkan dalam jiwa, pikiran dan perbuatan sehingga menghindarkan perilaku kesewenangan, termasuk korupsi. "Orang korupsi itu kan merasa orang bisa menipu sistem, lupa bahwa Allah tidak pernah tertipu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.