Idul Adha, Anies Baswedan Sebut Berkurban di 4 Lokasi Sekaligus

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan sapi limosin untuk dikurbankan di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan sapi limosin untuk dikurbankan di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 11 Agustus 2019. TEMPO/Genta Shadra Ayubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan hewan kurban di empat lokasi sekaligus dalam Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019. Dia mengungkapnya saat menyerahkan sapi limosin super miliknya kepada pengurus Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, sesuai Salat Idul Adha. 

    “Selain di sini (Balai Kota DKI) dan rumah kami di Lebak Bulus, kami juga kurban di Jogja dan Kuningan,” ujar Anies.

    Sapi itu berbobot 1,2 ton. Anies sempat mengajak putra bungsunya untuk mendekati dan menyentuh sapi tersebut sebelum dikurbankan bersama 189 ekor sapi, 306 kambing, serta satu ekor kerbau yang diterima masjid Balai Kota.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menyembelih sapi yang ia sumbangkan untuk kurban Idul Adha di Musholla Babul Khoeirot dekat rumahnya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Ahad, 11 Agustus 2019. Tempo/Adam Prireza

    Salat Idul Adha di Balai Kota DKI Jakarta dihadiri oleh para pegawai Pemda DKI serta warga sekitar. Dalam ceramahnya, KH Cholil Nafis memuji ketimpangan sosial di DKI Jakarta yang tersingkirkan dalam rangka Idul Adha. “Pada hari ini, si kaya dan si miskin sama-sama dapat menikmati daging hewan korban,” ujar Cholil. 

    Usai salat dan penyerahan sapi kurban itu Anies Baswedan bergegas kembali ke kediaman di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di lokasi ini mantan menteri pendidikan yang hanya bertahan di tahun pertama Pemerintahan Presiden Jokowi tersebut menyembelih sapi jenis sama yang ia sumbangkan untuk kurban Idul Adha di Musholla Babul Khoeirot dekat rumahnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.