Mengadu ke Jokowi, Ini Harapan Ayah Siswi SMK Korban Pembunuhan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor  Bima Arya Sugiarto menyambangi kamar forensik RSU PMI Bogor untuk bertemu keluarga siswa SMK Baranangsiang yang tewas ditikam saat pulang sekolah.  TEMPO/M.Sidik Permana

    Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyambangi kamar forensik RSU PMI Bogor untuk bertemu keluarga siswa SMK Baranangsiang yang tewas ditikam saat pulang sekolah. TEMPO/M.Sidik Permana

    TEMPO.CO, Jakarta - Cemas tampak jelas menyelimuti Johanes Bosco Wijanarko, ayah Andriana Yubelia Noven Cahya, siswi SMK Baranangsiang, Bogor, yang menjadi korban pembunuhan delapan bulan silam. Dia mengungkap apa yang disebutnya kejanggalan setelah sekian lama penyelidikan terhadap pembunuh putri sulungnya itu belum juga terungkap.

    Johanes mengatakan kalau kalau foto dan video Noven, terkait peristiwa pembunuhan maupun pemakaman dan persemayaman, yang tersimpan dalam smartphone miliknya hilang secara misterius. Belum lagi sejumlah kejanggalan lain yang dirasanya yang tidak ditulis dalam artikel ini.

    Hilangnya dokumentasi soal Noven itu, menurutnya, dialami pula anak, istri, dan kakak iparnya. Dokumentasi yang disimpan Bosco di galeri smartphone itu hilang bertahap selama dua kali berubah menjadi aikon-ikon asing. “Pertama dua bulan lalu terus tiga minggu lalu,” kata dia saat ditemui di Bandung, Jumat, 9 Agustus 2019.

    Dokumentasi foto dan video tentang Noven hilang misterius di smartphone keluarganya dan menjadi ikon atau simbol. TEMPO/Anwar Siswadi

    Johanes sangat berharap kasus pembunuhan Noven bisa mendapat perhatian Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sekitar dua bulan lalu ia menyelipkan harapannya itu pada kolom komentar akun Presiden, Kapolri, juga Cyber Crime di media sosial. 

    Bosco menyampaikan tanggal kejadian kasus pembunuhan itu dan menceritakan telah sekian bulan belum terungkap. “Saya nggak tahu ada masalah apa, minta bantuan Bapak untuk bantu kasus anak saya karena sepertinya banyak sekali kejanggalan yang saya rasakan,” ujarnya.

    Tentang hilangnya dokumentasi dalam smartphone, ahli sistem kendali dan komputer di Institut Teknologi Bandung Agung Harsoyo menduga malware sebagai penyebabnya. “Kalau secara teknis kemungkinannya (malware) itu, kalau tidak hilang karena terpencet,” kata Agung Harsoyo, Sabtu 10 Agustus 2019.

    Agung mengatakan, ada kemungkinan malware itu berperan mengambil dan menghapus data. Malware bisa menempel di perangkat lunak mana pun. “Untuk smartphone bersistem operasi Android cukup banyak kemungkinannya terkena,” ujarnya kepada Tempo.

    Pembunuhan terhadap Andriana Yubelia Noven terjadi tepatnya pada 8 Januari 2019. Siswi kelas XII itu ditikan di jalan gang dekat rumah kosnya sepulang sekolah. Peristiwa sebelum hingga setelah penikaman itu seluruhnya terekam kamera CCTV namun polisi tetap kesulitan memburu pelaku dengan alasan resolusi gambar yang terlalu rendah.

    Menurut polisi, FBI Amerika Serikat yang dikirimi rekaman gambar itu dengan harapan bisa membantu mengungkap pelaku pembunuhan Noven terhalang kendala yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.