Daging Kurban, Ini Kata Masjid Cut Meutia Terpaksa Pakai Plastik

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak lima ekor sapi jenis Limosin diterima dan akan dikurbankan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019. Di antara dua penyumbang sapi Limosin itu adalah dua keluarga mantan Presiden RI yang memang bermukim di kawasan Menteng. Tempo/MUH HALWI

    Sebanyak lima ekor sapi jenis Limosin diterima dan akan dikurbankan di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, dalam Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus 2019. Di antara dua penyumbang sapi Limosin itu adalah dua keluarga mantan Presiden RI yang memang bermukim di kawasan Menteng. Tempo/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta -Panitia kurban masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat membungkus daging kurban menggunakan plastik daur ulang.

    Pasalnya panitia masjid tidak kebagian besek bambu dari pihak kecamatan. "Besek kita enggak dapat, jadi kita pakai plastik ramah lingkungan. Lagi pula besek lagi sulit dan harganya mahal," ujar Ketua Harian Masjid Cut Meutia Budi Satrio, Ahad, 11 Agustus 2019.

    Budi menyebut mendekati hari H perayaan Idul Adha atau hari raya kurban, besek mendadak langka dan mahal. "Mendekati hari H besek menjadi langka dan mahal. Harga satuan besek naik jadi Rp 4.500 padahal kemarin-kemarin itu tidak sampai Rp 1.000," kata dia.

    Sementara dia membandingkan dengan membeli plastik daur ulang jauh lebih hemat dibanding harga besek. "Kami beli plastik daur ulang sekitar 1.500 perbiji. Jadi kisaranya Rp 400 ribu lebih hemat," tutur Budi.

    Selain itu, sebenarnya jauh-jauh hari pihaknya sudah berupaya mencari besek bambu dengan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Namun kata dia dari pihak kecamatan saja hanya memiliki 500 besek.

    Sehingga dia berharap untuk kedepannya perlu ada sosialisasi bagi para pengrajin besek supaya melakukan kerjasama dengan mendata berapa kebutuhan di setiap wilayah.

    "Memang harusnya jangka panjang lebih bagus menggunakan besek, jadi kalau bisa pengrajin paling tidak koordinasi dengan kecamatan untuk mencatat kebutuhan besek berapa," kata Budi lagi.

    Ketua Praksi Golkar DPRD DKI Jakarta M. Asraf Ali juga mengusulkan ke depan pemerintah DKI Jakarta bisa lebih massif dalam mengkampanyekan tidak menggunakan kantong plastik untuk pengemesan daging kurban. Dia berharap DKI Jakarta bisa membuat pergub untuk tidak menggunakan kantong plastik.

    "Harapannya pemerintah DKI segera membuat Pergub larangan penggunaan kantong plastik, kita lihat Bali disana saja sudah ada pergub, DKI perlu lihat itu," ujarnya.

    Dia berharap pada tahun-tahun selanjutnya pada perayaan hari raya Idul Adha, pemerintah DKI bisa mensponsori penggunaan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan seperti besek untuk bungkus daging kurban.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.