Ikan Koi Mati karena Pemadaman Listrik, Warga Jakarta Gugat PLN

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akuarium berisi ikan hias jenis koi ditawarkan di Pasar ikan Hias di kawasan Sumenep, Jakarta, 22 Agustus 2016. Pasar ini juga menawarkan ikan hias air laut. Tempo/Tony Hartawan

    Akuarium berisi ikan hias jenis koi ditawarkan di Pasar ikan Hias di kawasan Sumenep, Jakarta, 22 Agustus 2016. Pasar ini juga menawarkan ikan hias air laut. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua warga Jakarta bernama Ariyo Bimmo dan Petrus CKL Bello menuntut PT PLN atas kematian ikan koi milik mereka ketika pemadaman listrik di Jakarta, 4 Agustus 2019. Mereka menuntut PLN membayar ganti rugi sebesar Rp 1,9 juta dan Rp 9,2 juta.     

    Gugatan ihwal pemadaman listrik seharian di Jakarta itu diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 8 Agustus 2019. "Akibat pemadaman listrik oleh PLN, aerator kolam ikan penggugat tidak berfungsi dan menyebabkan matinya ikan koi milik para penggugat," ujar kuasa hukum kedua penggugat, David Tobing, dalam keterangan tertulisnya, Senin 12 Agustus 2019. 

    David menjelaskan aerator berfungsi untuk menggerakkan air dan menghasilkan gelembung oksigen di kolam ikan koi. Namun, akibat listrik mati dan aerator tak berfungsi, ikan koi milik keduanya mati karena kekurangan oksigen. 

    Adapun kerugian material akibat ikan koi yang mati, David menyebut jumlah kerugian masing-masing penggugat ialah Rp 1,9 juta dan Rp 9,2 juta. David menambahkan bahwa PLN juga telah melanggar hak subyektif konsumen, yakni hak mendapat tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik sebagaimana ketentuan Pasal 29 ayat (1) huruf b UU No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan. 

    "Gugatan tersebut telah teregister di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor 08/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL dan 09/Pdt.GS/2019/PN.JKT.SEL," ujar David. 

    Pemadaman listrik seharian pada Ahad lalu tak hanya berimbas pada masyarakat di Jakarta, tetapi juga di Jawa Barat, Banten, hingga Bandung. Matinya listrik juga berimbas kepada terganggunya layanan transportasi umum seperti KRL dan MRT. Hal itu berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang.

    Sejarawan JJ Rizal juga menjadi salah satu korban pemadaman listrik seharian pada 4 Agustus 2019. Sekitar 40 ekor ikan koi peliharaan warga Depok itu mati kehabisan oksigen saat mati listrik.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.