Cemburu, Pria Tembak Mantan Pacar dan Kekasih Barunya

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perkelahian. Shutterstok

    Ilustrasi perkelahian. Shutterstok

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria tempak mantan pacar di Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Ahad, 11 Agustus 2019 sekitar pukul 16.00 WIB. Pria bernama Eki Yunianto, 27 tahun, itu menembak mantan pacarnya Widya Lestari (22) bersama kekasih baru Widya, Muh. Ramli Abdul Muis (23) menggunakan senapan angin.

    "Pelaku masih ada rasa cemburu dengan korban," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Ady Wibowo saat dikonfirmasi pada Senin, 12 Agustus 2019.

    Ady menjelaskan, kejadian bermula saat pelaku menjemput paksa Widy dari tempat kerjanya di Mall Pondok Gede untuk diajak ke lokasi kejadian. Setelah sampai di lokasi, Eki menghubungi Ramli menggunakan telepon selular Widya dengan maksud membuat perhitungan.

    Setelah Ramli datang, timbul keributan dengan pelaku. "Pelaku langsung emosi dan memukul kepala korban Ramli dengan senapan tadi," ujar Ady.

    Saat digunakan untuk memukul, senapan mengeluarkan peluru dan mengenai perut Widya. Menurut Ady, pelaku buru-buru mengisi kembali senapan dengan peluru baru.

    Ramli berusaha merebut senjata dari tangan pelaku. "Namun pelaku langsung menembakkan senjatanya ke arah kaki korban Ramli," ujar Ady. Setelah tertembak, Ramli berhasil merebut dan membuang senapan.

    Namun, kata Ady, Eki kembali mengambil batu dan memukulkan ke arah kepala Ramli. Ady melanjutkan, anggota Buser Polres Jakarta Timur yang kebetulan melintas di TKP dan melihat keributan itu langsung menangkap pelaku. Sedangkan korban dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

    Kasus yang bermula dari cemburu itu membuat Ramli mengalami luka pada bagian paha kiri karena tembakan senapan angin dan luka pada bagian jidat karena pukulan benda tumpul. Sedangkan Widya mengalami luka pada perut terkena peluru senapan angin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.