Minggu, 22 September 2019

KCI Sebut Stasiun KRL Tanah Abang Perlu Dibenahi, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang turun dari kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.  Sejumlah stasiun sempat ditutup saat terjadinya kerusuhan 22 Mei yang merambat hingga ke kawasan Tanah Abang. ANTARA/Aprillio Akbar

    Penumpang turun dari kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Sejumlah stasiun sempat ditutup saat terjadinya kerusuhan 22 Mei yang merambat hingga ke kawasan Tanah Abang. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti mengatakan pihaknya tengah membenahi kualitas pelayanan dan infrastruktur untuk meningkatkan jumlah penumpang KRL setiap harinya. Salah satu yang dibenahi adalah kondisi dan pelayanan stasiun KRL.

    “Saat ini PT KCI melayani 80 stasiun,” kata Wiwik dalam Forum diskusi DTKJ di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

    Salah satu stasiun yang menurut Wiwik sangat perlu dibenahi adalah Stasiun Tanah Abang. Menurut dia, stasiun yang melayani sekitar 200 ribu penumpang pada hari kerja dan 180 ribu pada hari libur itu perlu memiliki kapasitas dan peron yang lebih memadai. “Sama halnya di Stasiun Manggarai dan Stasiun Bogor,” kata dia.

    Peningkatan kualitas stasiun, kata Wiwik, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah pengguna KRL. Tahun ini, KCI menargetkan pengguna kereta KRL sebanyak 1,2 juta per hari. “Hingga saat ini kami paling banyak mengangkut 1,1 juta penumpang dalam sehari,” ujarnya.

    Target KCI tak lepas dari imbauan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menargetkan 60 persen masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggunakan transportasi umum pada 2029.

    Budi optimistis target tersebut dapat terealisasi dengan meningkatkan kualitas sistem pelayanan transportasi, termasuk konsep transit-oriented development (TOD) atau hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi. “Di Jakarta ini kami sudah mengembangkan banyak infrastruktur transportasi utama. Ada MRT, dua jalur LRT, dan untuk jalur khusus BRT yang ditinggikan sekarang sudah beroperasi,” kata Budi.

    Selain itu, Wiwik menyampaikan bahwa beberapa stasiun di luar Jakarta, tak berada di lokasi yang strategis atau dekat dengan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Karena itu, ia menyebut perlu adanya penataan area di sekitar stasiun.

    Wiwik mencontohkan kondisi di depan stasiun KRL Tanah Abang yang masih tampak kumuh. “Di Tanah Abang, barisan ojek online merajai depan stasiun. Lalu lintasnya juga terganggu. Ada beberapa stasiun yang di depannya pasar seperti di Kebayoran dan Angke. Sehingga harus ditata dengan baik,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe