Pengakuan Mengejutkan Terdakwa Kerusuhan 22 Mei: Diajak Tim Medis

Editor

Dwi Arjanto

Polisi melakukaan pendataan sejumlah tersangka kasus kerusuhan saat penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus kerusuhan 21-22 Mei di Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat, 19 Juli 2019. Kerusuhan tersebut terjadi usai demonstrasi penolakan hasil Pemilihan Presiden di Bawaslu. ANTARA/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta -Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Karyono menyatakan, keterangan Sifaul Huda selaku terdakwa kerusuhan 22 Mei selalu berubah. Menurut Karyono, Sifaul awalnya mengaku dari Madura ke Jakarta pada 22 Mei guna membeli baju untuk adiknya.

"Jawabannya selama ini berubah-ubah. Saat ditangkap saya tanya, (dijawab) 'mau beliin baju adik'," kata Karyono saat bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

Karyono adalah salah satu saksi dalam sidang perkara kerusuhan 22 Mei dengan terdakwa Sifaul. Sifaul, pria 27 tahun itu menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan. Dia terseret kasus kejahatan terhadap penguasa umum dan diduga melanggar Pasal 212 juncto Pasal 214 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau Pasal 218 KUHP.

Karyono melanjutkan keterangan Sifaul kemudian berubah ketika diperiksa di Polda Metro Jaya. Dua hari setelah penangkapan, Sifaul menyebut datang ke Ibu Kota karena diundang teman untuk menjadi tim medis saat aksi 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Kepada polisi, Sifaul mengaku, diajak oleh anggota organisasi Persatuan Islam (Persis) Bandung. Karyono lalu memeriksa perwakilan Persis. Jawabannya adalah Persis tak mengenal Sifaul.

"Dipikirnya kami tidak akan periksa orang Persis. Bukan tim dia juga. Pakaian pun mereka (Persis) kaos ada tulisannya tim medis," papar Karyono.

Saat menangkap Sifaul, polisi menemukan beberapa barang bukti, seperti pecahan kaca pos polisi lalu lintas, pecahan kaca kantor Bawaslu, pecahan batu, dan bungkus petasan kembang api. Selain itu, polisi juga menyita beberapa salinan surat dari Safiul.

Salinan itu, di antaranya fotokopi surat tugas Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam tanggal 20 Mei 2019, fotokopi surat keputusan Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam tanggal 28 April 2016, fotokopi lampiran surat keputusan nomor: 010/A.6.2/C.1/IV/2016 perihal struktur kepengurusan lembaga tanggal 28 April 2016, fotokopi kutipan liputan berita dari website www.persis.or.id, dan foto kegiatan di lokasi tanggal 22 Mei 2019.

Sifaul membenarkan berada di lokasi aksi 22 Mei saat kerusuhan 22 Mei mulai meledak. "Memang waktu chaos saya ada di sana," ujar dia di ruang sidang.






Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

22 jam lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.


Serahkan Senjata Tajam, Warga Cipinang Deklarasi Antitawuran

1 hari lalu

Serahkan Senjata Tajam, Warga Cipinang Deklarasi Antitawuran

Warga Gang Mayong di RW 07 dan 08 Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sepakat mendeklarasikan antitawuran.


Buronan Bareskrim di Kasus Korupsi Giki Argadiaksa Ditangkap di Tol JORR

1 hari lalu

Buronan Bareskrim di Kasus Korupsi Giki Argadiaksa Ditangkap di Tol JORR

Polantas Polda Metro Jaya mencegat dan menangkap buronan Bareskrim dalam kasus korupsi, Giki Argadiaksa, di Tol JORR


Investigasi Penyebab Satu Keluarga Tewas Butuh Waktu Lama, Polisi: Bisa Patahkan Praduga

2 hari lalu

Investigasi Penyebab Satu Keluarga Tewas Butuh Waktu Lama, Polisi: Bisa Patahkan Praduga

Kepolisian mengungkap proses otopsi untuk menentukan penyebab kematian satu keluarga tewas di Kalideres, Jakarta Barat, akan membutuhkan waktu lama.


Polda Metro Jaya Kirim Bantuan buat Korban Gempa Cianjur, Galang 1.032 Relawan Kemanusiaan

2 hari lalu

Polda Metro Jaya Kirim Bantuan buat Korban Gempa Cianjur, Galang 1.032 Relawan Kemanusiaan

Kapolda Metro Jaya Fadil Imran mengajak masyarakat jadi relawan untuk membantu korban gempa Cianjur.


Teliti Percakapan Ponsel Keluarga Meninggal di Kalideres, Polisi Ungkap Kata Berbahasa Inggris

2 hari lalu

Teliti Percakapan Ponsel Keluarga Meninggal di Kalideres, Polisi Ungkap Kata Berbahasa Inggris

Dari percakapan ponsel keluarga meninggal di Kalideres itu, polisi menyimpulkan mereka berpendidikan.


Polisi Temukan dan Teliti Tinja Jenazah Satu Keluarga Di Kalideres

2 hari lalu

Polisi Temukan dan Teliti Tinja Jenazah Satu Keluarga Di Kalideres

Tim dokter forensik menemukan tinja dalam tubuh jenazah satu keluarga tewas di Kalideres.


Wanda Hamidah Lawan Japto Pemuda Pancasila, Laporkan Ancaman Kekerasan ke Polda

3 hari lalu

Wanda Hamidah Lawan Japto Pemuda Pancasila, Laporkan Ancaman Kekerasan ke Polda

Politikus dan artis Wanda Hamidah melaporkan dugaan pengancaman terhadap pamannya, Hamid Husein, kepada Polda Metro Jaya.


Motif Kematian Satu Keluarga Tewas di Kalideres Jadi Teka-teki Rumit

4 hari lalu

Motif Kematian Satu Keluarga Tewas di Kalideres Jadi Teka-teki Rumit

Polisi sebu motif kematian satu keluarga tewas di Kalideres masih misteri yang rumit untuk dipecahkan.


Aliran Rekening Satu Keluarga yang Meninggal di Kalideres Ditelusuri, Gadaikan Rumah Usai Jual Mobil

4 hari lalu

Aliran Rekening Satu Keluarga yang Meninggal di Kalideres Ditelusuri, Gadaikan Rumah Usai Jual Mobil

Sebelum semua anggota keluarga di Kalideres tewas, ada aktivitas penjualan aset dalam rumah tersebut seperti AC, kulkas, dan televisi.