84 Tersangka Kerusuhan 22 Mei Disidang, Kerabat Padati Pengadilan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan orang memadati ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk mengikuti sidang perdana tersangka diduga terlibat kerusuhan 22 Mei, Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    Puluhan orang memadati ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk mengikuti sidang perdana tersangka diduga terlibat kerusuhan 22 Mei, Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Para tersangka kerusuhan 22 Mei bakal menjalani sidang perdana hari ini. Dari pantauan Tempo, ruang sidang Soerjono di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dipadati puluhan orang seperti kerabat tersangka yang hendak menyaksikan sidang pukul 13.34 WIB.

    Puluhan orang sudah memadati area tunggu di depan ruang sidang sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka menunggu sidang kasus kerusuhan 22 Mei dimulai.
    Salah satu kerabat tersangka menyatakan ingin melihat sidang yang menyeret pamannya itu. "Namanya Fajar Fadillah," kata dia di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Fajar adalah salah satu tersangka kasus kejahatan terhadap ketertiban umum. Tiga orang lain masuk dalam daftar tersangka bersama Fajar untuk satu perkara yang sama.

    Tempo bahkan melihat seorang ibu pingsan saat menunggu di dalam ruang sidang. Hakim memasuki ruang sidang sekitar pukul 14.10 WIB.

    Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Edy Subhan mengatakan sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan untuk lebih dari 80 tersangka dimulai hari ini. Dalam laman resmi PN Jakbar tertulis sidang hari ini untuk 84 tersangka. "Sidang perdana hari ini," kata dia.

    Para tersangka kerusuhan 22 Mei itu kebanyakan dijerat Pasal 212, 214, 358, 170 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.