Baru 5 Persen Kendaraan di DKI Jakarta Yang Melakukan Uji Emisi

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat melakukan uji emisi gratis terhadap sebuah bus di Pintu Utara Monas, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat melakukan uji emisi gratis terhadap sebuah bus di Pintu Utara Monas, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Bengkel dan SPBU di DKI Jakarta diminta menyediakan fasilitas untuk uji emisi menyusul rencana pemberlakuan hasil uji emisi untuk perpanjangan pajak mulai tahun depan. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI pada Juli 2019, baru 5,6 persen mobil di Jakarta yang telah melakukan uji emisi.

    Dengan nilai tersebut, hanya 196.440 mobil dari total 3,5 juta mobil pribadi di Ibukota yang telah melakukan uji emisi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, menyebutkan bahwa hal tersebut lantaran bengkel pelaksana uji emisi baru tersedia 155 unit dari kebutuhan ideal 933 unit bengkel.

    "Diperlukan penambahan fasilitas pelaksana uji emisi sebanyak 778 unit dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kami menyusun revisi regulasi ini. Perubahan dirancang untuk mewajibkan bengkel dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jakarta yang akan memperpanjang izinnya untuk menyediakan fasilitas uji emisi. Sehingga dalam waktu singkat akan tersedia fasilitas uji emisi yang cukup," kata Andono di Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

    DKI Jakarta memang saat ini tengah memperketat ketentuan uji emisi ini. Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun revisi Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor yang merupakan beleid pengatur tata kelola dan pelaksanaan uji emisi selama ini.

    Terkait dengan rancangan perubahan Pergub 92/2007 tersebut, selain kewajiban lulus uji emisi bagi setiap kendaraan di Jakarta, diatur pula keharusan bagi bengkel-bengkel yang beroperasi di DKI Jakarta untuk memberikan layanan uji emisi dan menyederhanakan tanda bukti status kelulusan uji emisi.

    Teknisi bengkel pelaksana ini yang akan menginput hasil pengujian ke basis data juga menggunakan aplikasi e-Uji Emisi yang baru diluncurkan Selasa ini.

    Perubahan Pergub 92/2007 itu, ungkap Andono, juga akan mengatur berbagai bentuk insentif dan disinsentif lainnya seperti diskon parkir.

    "Skemanya sedang kami kaji," katanya.

    Sejak tahun 2018, Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pembinaan secara intensif ke bengkel-bengkel pelaksana uji emisi di seluruh Jakarta. Kemudian juga melakukan roadshow uji emisi gratis ke berbagai segmen masyarakat, di antaranya bertajuk uji emisi goes to office, uji emisi goes to mall dan uji emisi goes to campus.

    "Pembinaan kepada pengelola fasilitas uji emisi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai uji emisi akan terus kami gencarkan," kata Andono menambahkan.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan aplikasi uji emisi elektronik (e-Uji Emisi) bagi perangkat telepon pintar berbasis android dengan tujuan mempermudah masyarakat melakukan uji emisi kendaraan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.