Anies Baswedan Berharap DPRD DKI Setujui Anggaran Formula E

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan meninjau balap mobil Formula E di di Brooklyn, Amerika Serikat. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bahwa pihaknya harus menyiapkan dana sebesar USD 24,1 juta atau Rp 345 miliar sebagai commitment fee untuk menjadi tuan rumah balap mobil listrik Formula E tahun depan. Dana tersebut masuk ke dalam APBD Perubahan 2019 yangmasih dibahas oleh DPRD DKI Jakarta.

    "Formula E 20,4 juta dolar untuk menjadi tuan rumah," ujar Anies saat ditemui di kawasan GBK, Jakarta Selatan, Selasa 13 Agustus 2019.

    Anies berharap anggaran tersebut bisa masuk dalam APBD Perubahan 2019. "Insha Allah," ujarnya.

    Menurut Anies untuk menjadi tuan rumah dalam even berskala internasional memang harus mengeluarkan biaya yang tinggi. Dia menyontohkan ajang balap Motor GP yang harus membayar comitment fee 7-9 juta dolar Amerika atau piala dunia dengan biaya 11.600 juta dolar Amerika.

    Namun, Anies yakin DKI Jakarta akan mendapatkan lebih banyak manfaat dari penyelenggaraan ajang Formula E. Menurut dia, Formula E diprediksi bakal menggerakan ekonomi mencapai Rp 1,2 triliun. Nilai itu belum termasuk potensi pendapatan yang diprediksi dari penonton.

    "Pergerakan ekonominya dalam prediksi konservatifnya itu diperkirakan Rp 1,2 triliun," ujarnya.

    Selain itu DKI Jakarta juga akan mendapatkan manfaat lainnya karena dikenal di dunia internasional sebagai tuan rumah penyelenggara Formula E. Termasuk sebagai daya tarik bagi turis mancanegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.