DKI: Parkir Mobil di Rumah DP 0 Rupiah Bukan untuk Penghuni

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan di lokasi proyek Rumah Susun Sederhana Milik atau Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, 4 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    Suasana pembangunan di lokasi proyek Rumah Susun Sederhana Milik atau Rusunami Klapa Village, Jakarta Timur, 4 Juli 2019. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Unit Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta, Dzikran Kurniawan, mengatakan bahwa kawasan rusunami Klapa Village yang merupakan bagian dari program rumah DP 0 rupiah tetap menyediakan parkir mobil.

    "Ada parkiran mobil tapi terbatas cuma berapa puluh aja. Kan enggak bisa semua orang punya mobil," kata Dzikran kepada Antara, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Meski disediakan, Dzikran mengatakan keberadaan parkir mobil bukan diprioritaskan untuk para penghuni program rumah DP nol itu. Parkir mobil tersebut digunakan untuk kebutuhan tertentu yang bersifat publik. "Cuma untuk kebutuhan tertentu, seperti ambulan dan juga untuk mobil yang sifatnya untuk publik. Prioritasnya seperti itu," kata dia.

    Penjelasan itu disampaikan Dzikran terkait adanya kabar bahwa banyak pemilik kendaraan roda empat yang ikut mendaftarkan diri dalam program rumah DP nol rupiah. Padahal, program unggulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

    Dzikran pun mengatakan keberadaan parkir mobil di area Klapa Village sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku. "Enggak boleh juga kita bangun rusunami tidak boleh ada parkirannya kan enggak bisa juga. Ada syaratnya di situ. Bahwa kalau membangun rusun milik sekian persen ada parkir, itu ada regulasinya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.