Eks Rival Galau Sebagai Cawagub DKI, Ridwan Kamil: Nice Problem

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Jakbistro, Balai Kota, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Gangsar Parikesit

    Dari kiri: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Jakbistro, Balai Kota, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Gangsar Parikesit

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyapa secara khusus eks rivalnya dalam pemilihan gubernur lalu, Ketua DPW PKS Ahmad Syaikhu. Keduanya bertemu saat Emil memberikan sambutan di depan 120 calon anggota DPRD Jawa Barat terpilih yang menerima Surat Keputusan hasil Pemilu 2019 di kantor KPU Jawa Barat, Bandung, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Ahmad Syaikhu, mantan calon wakil Gubernur Jawa Barat, menjadi salah satu undangan bersama pimpinan partai politik lain yang calonnya memperoleh kursi di DPRD Jawa Barat. PKS sendiri berada di posisi dua, meraih 21 kursi di DPRD Jawa Barat.

    “Pak Syaikhu ini orang hebat,” katanya. Mantan Wakil Wali Kota Bekasi itu disebutnya sedang menanggung masalah karena pencalonan dirinya oleh partai menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta belum mendapat kejelasan dari DPRD DKI. “Hari ini Allah berikan problem, tapi nice problem: jadi anggota DPR atau Wakil Gubernur Jakarta,” kata Emil.

    Ridwan Kamil lalu mengatakan mendoakan Syaikhu mendapatkan pilihan yang terbaik. “Saya doakan takdir yang terbaik hadir pada Pak Syaikhu,” kata dia.

    Dalam pernyataan sebelumnya, Syaikhu menyerahkan soal pencalonannya sebagai wakil gubernur di Jakarta kepada partainya. Hasil pemilihan legislatif lalu juga meloloskan Syaikhu ke kursi DPR RI. “Kalau memang harus lanjut ya lanjut, kalau memang harus ternyata di DPR RI saja, kami ikut di DPR RI,” katanya.  

    Ahmad Syaikhu merupakan salah satu calon wagub pengganti Sandiaga Uno yang namanya telah diserahkan ke DPRD DKI sejak tahun lalu. Nama lainnya adalah Agung Yulianto. Keduanya adalah kader PKS.

    Sampai saat ini, proses pemilihan wagub untuk mendampingi Anies Baswedan masih mandek di dewan. DPRD DKI belum juga menggelar rapat paripurna pemilihan wagub yang semula dijadwalkan pada 22 Juli 2019. Proses pemilihan terhambat akibat belum terlaksananya rapat pimpinan gabungan yang fungsinya untuk mengesahkan tata tertib paripurna.

    Ahmad Syaikhu mengatakan nasibnya sebagai calon wakil gubernur DKI berkejaran dengan jadwal pelantikan anggota DPR RI. Syaikhu mengatakan jadwal sementara pelantikan anggota DPR RI terpilih adalah 1 Oktober 2019. “Kalau enggak kunjung selesai karena ini, tentu saya juga harus mengambil sikap dan keputusan, makanya kita tunggu bagaimana,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.