BPN Prabowo-Sandi Terjunkan 40 Pengacara Bela Terdakwa Kerusuhan 22 Mei

Penampakan Ambulans Partai Gerindra yang diamankan polisi terparkir di halaman MaPolda Metro Jaya, Jakarta, 23 Mei 2019. Polisi mengamankan Ambulans Partai Gerindra yang dibawa dari Tasikmalaya bernomor polisi B 9686 PCF yang membawa batu diduga untuk kerusuhan 22 Mei serta uang sebesar Rp 1.200.000 dan sejumlah telpon genggam. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Tim advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menerjunkan sekitar 40 pengacara untuk membela para terdakwa kerusuhan 22 Mei. Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman mengungkap ini ketika dihubungi, Kamis 15 Agustus 2019.

Menurut dia, satu pengacara bisa menangani kasus lebih dari 10 terdakwa. Dia menambahkan sebagian besar kuasa hukum terdakwa merupakan anggota tim advokasi BPN dan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang terafiliasi dengan Gerindra. Habiburokhman, anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra adalah juga Ketua Dewan Pembina ACTA.

Habiburokhman menyatakan tidak mengetahui persis apakah seluruh terdakwa merupakan simpatisan Prabowo-Sandi saat pilpres lalu. Hanya saja, dia tak menutup peluang bahwa memang ada pendukung yang ikut terseret hukum. 

"Kami tidak megerti satu per satu tapi mungkin saja karena itu kami lakukan pembelaan," ucap dia sambil menegaskan, "Kami menolak para terdakwa itu sebagai pelaku kerusuhan."

Puluhan orang memadati ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Barat untuk mengikuti sidang perdana tersangka diduga terlibat kerusuhan 22 Mei, Selasa, 13 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

Mereka, lanjut Habiburokhman, hanya warga yang kebetulan ada di lokasi demonstrasi menolak hasil pemilu di kawasan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. "Tidak melakukan pelemparan dan lain-lain. Karena itu kami lakukan pembelaan," kata dia lagi. 

Dalam persidangan yang sudah berjalan untuk lebih dari seratus terdakwa kerusuhan 22 Mei, beberapa di antaranya dinyatakan jaksa sebagai simpatisan Prabowo-Sandi. Di antaranya adalah Ahmad Abdul Syukur yang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Ahmad dan yang lainnya didakwa terlibat kerusuhan 22 Mei dan menyerang polisi. Mereka menyerang dengan cara melempar batu hingga bom molotov. Mereka juga didakwa tak mendengarkan imbauan polisi untuk segera membubarkan diri dan tak terlibat aksi anarkis. 






Tim Anies Baswedan Bantah Ada Perjanjian dengan Prabowo Subianto Soal Pencalonan Presiden

2 hari lalu

Tim Anies Baswedan Bantah Ada Perjanjian dengan Prabowo Subianto Soal Pencalonan Presiden

Anies Baswedan disebut hanya memiliki perjanjian dengan Sandiaga Uno soal pembagian biaya kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.


Prabowo Subianto Sebut Anggaran Pertahanan Kecil, Pengamat: Alokasi Pengadaan Hanya 10 Persen

4 hari lalu

Prabowo Subianto Sebut Anggaran Pertahanan Kecil, Pengamat: Alokasi Pengadaan Hanya 10 Persen

Menhan Prabowo Subianto mengatakan anggaran pertahanan relatif kecil karena Indonesia tengah fokus mengendalikan kemiskinan


Kiprah Politik Anak Jokowi: Kaesang Minat Jadi Kepala Daerah, Gibran Mau Maju Pilgub DKI 2024

6 hari lalu

Kiprah Politik Anak Jokowi: Kaesang Minat Jadi Kepala Daerah, Gibran Mau Maju Pilgub DKI 2024

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkap keinginan Kesang Pangarep menjadi kepala daerah. Sementara Gibran mau maju Pilgub DKI 2024.


Tepis Isu Hengkang ke Partai Lain, Sandiaga Uno: Saya Tetap Kader Gerindra

7 hari lalu

Tepis Isu Hengkang ke Partai Lain, Sandiaga Uno: Saya Tetap Kader Gerindra

Sandiaga Uno menepis isu hengkang dari partai politik besutan Prabowo Subianto tersebut. Sebagai pengurus Gerindra, Sandiaga mengaku berstatus kader.


Lieus Sungkharisma Meninggal, Aktivis yang Pernah Dukung Jokowi dan Prabowo

8 hari lalu

Lieus Sungkharisma Meninggal, Aktivis yang Pernah Dukung Jokowi dan Prabowo

Aktivis Lieus Sungkharisma meninggal pada Selasa, 24 Januari 2023. Dia pernah mendukung Jokowi dan Prabowo Subianto.


Gerindra dan PKB Resmikan Sekber, KIB: Belum Terlalu Penting Bagi Kami

8 hari lalu

Gerindra dan PKB Resmikan Sekber, KIB: Belum Terlalu Penting Bagi Kami

KIB menyatakan mereka memiliki langkah yang berbeda dengan KIR yang dibentuk Gerindra dan PKB.


Gerindra Belum Pastikan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Maju Pilpres 2024

9 hari lalu

Gerindra Belum Pastikan Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar Maju Pilpres 2024

Gerindra masih membuka peluang tokoh lain menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.


Kementerian Pertahanan Bakal Kelola Informasi dari BIN, Prabowo: Perintah Presiden

9 hari lalu

Kementerian Pertahanan Bakal Kelola Informasi dari BIN, Prabowo: Perintah Presiden

Prabowo Subianto menjelaskan bahwa Badan Intelijen Negara tak akan berada di bawah Kementerian Pertahanan.


Prabowo Subianto Jawab Desakan PKB Agar Segera Tentukan Capres-Cawapres: Kita Ikuti Semua Perkembangan

9 hari lalu

Prabowo Subianto Jawab Desakan PKB Agar Segera Tentukan Capres-Cawapres: Kita Ikuti Semua Perkembangan

Prabowo Subianto tak mau menegaskan kapan partainya dan PKB akan menentukan Capres dan Cawapres.


Gerindra Klaim Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Paling Solid Ketimbang Koalisi Lainnya

9 hari lalu

Gerindra Klaim Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya Paling Solid Ketimbang Koalisi Lainnya

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dinilai sebagai yang paling solid dibandingkan koalisi lainnya karena Gerindra dan PKB tak saling serang.