Selasa, 17 September 2019

Pengacara Kivlan Zen Mau Bawa Gugatan terhadap Wiranto ke Tipikor

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Menurut Kivlan, dalam kasusnya, polisi telah memeriksa dua orang anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yaitu Permadi dan Lieus Sungkharisma.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Menurut Kivlan, dalam kasusnya, polisi telah memeriksa dua orang anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yaitu Permadi dan Lieus Sungkharisma. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta mengatakan ada kemungkinan perkara gugatan kliennya terhadap Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM Wiranto akan bergulir hingga ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sebab, menurut dia, perkara yang mempersoalkan uang sejumlah Rp 8 miliar itu sarat akan penyimpangan.

    "Kami sudah mempersiapkan surat untuk tanya ke Kapolri, Jagung (Jaksa Agung) dan KPK, ini bagaimana? Uang yang dikasih presiden sebagai pemerintah tidak disalurkan sesuai dengan peruntukannya, itu korupsi bukan?" ujar Tonin di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Tonin menjelaskan pada tahun 1998, Presiden B.J Habibie telah mengucurkan dana sebanyak Rp 10 miliar yang berasal dari pos nonbudgeter Bulog untuk pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa pada 1998. Dana tersebut diserahkan Habibie ke Kepala Bulog saat itu, Rahardi Ramelan.

    Namun, menurut Tonin, dana yang masuk ke Kivlan hanya sebesar Rp 400 juta. Dana itu pun habis dalam beberapa hari untuk operasional Pam Swakarsa yang jumlahnya mencapai 30 ribu orang, sedangkan Pam Swakarsa masih terus beroperasi hingga beberapa hari ke depan.

    Untuk menutupi sisa kekurangan dana operasional itu, mantan Kepala Staf Kostrad itu menjual rumah dan berutang ke warung makan padang se-Jakarta. Total dana pribadi yang Kivlan keluarkan untuk Pam Swakarasa adalah Rp 8 miliar.

    Menurut Tonin, Kivlan terus menagih uang tersebut ke pemerintah, khususnya ke Wiranto sebagai Panglima TNI saat itu. Namun hingga April, pemerintah tak kunjung memberi kepastian ihwa dana tersebut dan berbuah gugatan dari Kivlan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

    Dalam sidang perdana gugatan Kivlan Zen hari ini, majelis hakim memberi waktu 42 hari kepada kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Jika setelah batas waktu tersebut keduanya sepakat berdamai, maka perkaranya akan dihentikan. Namun jika berlanjut, akan ada pembacaan tuntutan pada sidang 26 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.