Kerusuhan 22 Mei, Alasan Pengacara Sebut Dakwaan Banyak Rekayasa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang pembacaan dakwaan untuk empat tersangka kerusuhan 22 Mei yang curi senjata dan uang dari dalam mobil polisi. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    Sidang pembacaan dakwaan untuk empat tersangka kerusuhan 22 Mei yang curi senjata dan uang dari dalam mobil polisi. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Julianto, kuasa hukum salah satu terdakwa kerusuhan 22 Mei mengaku sengaja tak mengajukan eksepsi agar dakwaan itu bisa dibuktikan oleh jaksa penuntut umum di sidang selanjutnya pada Kamis, 22 Agustus 2019.

    Sebab menurut kliennya, dakwaan yang dibacakan jaksa tak sesuai dengan fakta sebenarnya.

    "Klien kami yang membantah. Jadi menurut klien kami yang dibacakan jaksa tadi banyak yang rekayasa," ujar Julianto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Julianto menuturkan memang data diri dan hal-hal yang menyangkut kliennya sudah sesuai. Namun, upaya seperti ini Ia menyebut untuk melihat bagaimana nantinya pernyataan saksi di sidang selanjutnya.

    "Jadi yang pertama sebenernya identitas terdakwa sudah benar, menyangkut kompetensi absolut juga sudah benar. Jadi tinggal dibuktikan dengan itu apakah dakwaan oleh jaksa terbukti benar atau tidak," katanya.

    Lebih lanjut Julianto mengatakan, kliennya, Dodi saat itu tidak melemparkan batu ke aparat. Sepengakuan kliennya, saat itu ia hendak dalam perjalanan pulang setelah unjuk rasa. Namun, ia terjebak di tengah kerumunan perusuh sehingga dirinya juga ikut diciduk petugas.

    Adapun Dodi didakwa berlaku anarkis dengan melemparkan batu ke arah petugas di daerah Gambir, Jakarta Pusat.

    "Mereka melemparkan batu ke arah Brimob dan tidak membubarkan diri saat aparat berulang kali memerintah untuk bubar," ujar Jaksa Yoklina Sitepu.

    Sebelumnya, sebanyak 18 orang yang ditangkap saat kerusuhan 21-22 Mei menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.

    18 orang tersebut, yakni Ade Irfan, Ade Herlino, Maulana Agiantoro, Andi Cikal Rahman Saputra, Dudi Pramoko, Abdul Musafar, Subandi Sukardi, Bagus Maulana.

    Kemudian, Faturahman saleh, Muhammad Suhardi, Muhammad Warno, Muhammad Hasti, Khoiriza Al Fasiya, Afrian Robin, Yogi Hendi Asep Nurdin, Udi Turmudi.

    Karena perbuatannya dalam kerusuhan 22 Mei, 18 orang ini didakwakan pasal 212 jo pasal 214 ayat (1) atau pasal 170 ayat (1), atau pasal 216 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.