Selasa, 24 September 2019

AirVisual: Kualitas Udara Jakarta Sangat Tidak Sehat di 3 Wilayah

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memakai masker saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. Organisasi lingkungan Greenpeace menyatakan kualitas udara Jakarta saat ini terpantau sangat tidak sehat dengan angka 165 AQI atau Indeks Kualitas Udara. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga memakai masker saat berjalan di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu, 17 Juli 2019. Organisasi lingkungan Greenpeace menyatakan kualitas udara Jakarta saat ini terpantau sangat tidak sehat dengan angka 165 AQI atau Indeks Kualitas Udara. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - AirVisual menyebutkan kualitas udara Jakarta di Pejaten Barat, Kementerian Lingkungan Hidup - Gelora Bung Karno Jakarta Selatan dan Kedutaan Besar Amerika sangat tidak sehat. Kondisi udara Jakarta itu dilaporkan dalam laman resmi airvisual.com pada Jumat pagi.  

    AirVisual menyatakan kondisi udara di Pejaten Barat mencapai 267 (Air Quality Index/US AQI) dengan konsentrasi parameter (PM2.5) sebesar 217.3 ug per meter kubik (m3).

    Kawasan Kantor Kementerian LHK-GBK Jakarta Selatan (208 US AQI) dengan konsentrasi parameter (158 ug/m3), disusul perkantoran Kedutaan Besar Amerika hingga wilayah Jakarta Selatan (205 US AQI) dengan konsentrasi parameter (155 ug/m3).

    Sementara itu kualitas udara Jakarta di daerah Rawamangun, Jakarta Timur, berkategori tidak sehat (157 US AQI) dengan konsentrasi parameter (67.1 ug/m3). Di kawasan Pegadungan, Jakarta Barat, AirVisual mencatat kategori tidak sehat bagi masyarakat berpenyakit tertentu (146 US AQI) dengan konsentrasi parameter (53 ug/m3).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.