Minggu, 22 September 2019

Revitalisasi Trotoar Cikini Dikeluhkan Ancam Bangunan Bersejarah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    Seorang pria mengayuh sepedanya melintas di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Bina Marga DKI Jakarta berjanji akan mengevaluasi proyek revitalisasi trotoar di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Janji disampaikan setelah proyek tersebut dikeluhkan, di antaranya, mengancam keberadaan bangunan bersejarah di kawasan itu. 

    Keluhan datang dari sejumlah masyarakat pemilik gedung dan restoran yang tergabung dalam Forum Trotoar Cikini. Mereka mendesak proses revitalisasi trotoar Cikini dievaluasi. 

    "Masukan dari bapak dan ibu ini akan jadi koreksi dan catatan bagi kami. Nantinya kontraktor akan melihat kondisinya seperti apa," kata Kepala Seksi Perencanaan Prasarana Jalan dan Utilitas, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Rini Asnita, dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis 15 Agustus 2019.

    Ada beberapa keluhan yang dicatat Dinas Bina Marga. Di antaranya, tidak ada sosialisasi kepada masyarakat terutama pemilik bangunan dan restoran yang terkena imbas proyek revitalisasi trotoar Cikini. 

    Selain itu, warga setempat juga mempertanyakan mengenai pengerjaan proyek revitalisasi yang dinilai berisiko merusak bangunan bersejarah di area tersebut. Mereka menunjuk trotoar yang dibuat lebih tinggi daripada lantai asli bangunannya.

    Menjawabnya, Rini mengatakan kalau dari Pemerintah Provinsi DKI sebenarnya sudah melakukan beberapa sosialisasi. "Mulai dari sosialisasi perencanaan sampai persiapan pekerjaan fisik," ujar dia.

    Sebelumnya, Ketua Advokasi Forum Trotoar Cikini Lin Che Wei mendesak agar Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengevaluasi kontraktor proyek revitalisasi trotoar Cikini dan desain trotoar baru. "Pertama kali tuntutan kami yang jelas level trotoar itu tidak bisa lebih tinggi daripada bangunan, itu tidak bisa dinegosiasikan. Kami minta, ya harus dibongkar," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe