Rencana Pindah Ibu Kota, Ini Respon Warga DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Ratas itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, 29 April 2019. Ratas itu membahas tindak lanjut rencana pemindahan ibu kota. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan mendapat respon beragam dari warga yang saat ini masih mengadu nasib di Jakarta. Ada yang setuju dan ingin ikut pindah ke Kalimantan, namun ada pula yang menolak rencana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam sidang tahunan MPR itu.

    Pemilik warung yang menyediakan kopi, mie instan dan rokok di sekitar Pasar Palmerah, Iwan mengaku setuju saja jika Ibu Kota dipindah. Sebagai rakyat kecil, kata pria 35 tahun itu, dirinya tidak punya kemampuan untuk menolak rencana pemerintah tersebut.

    "Yang penting bisa mengelolanya nanti," kata warga asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu saat ditemui Tempo di warungnya, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Jika benar dipindahkan, Iwan mengaku kemungkinan besar akan pulang kampung ke Kuningan. Menurut dia, pendapatannya membuka warung di pinggir jalan semakin lama semakin kecil, apalagi jika Ibu Kota dipindahkan ke Kalimantan. Namun, warga yang saat ini mengontrak di kawasan Palmerah itu tidak menutup kemungkinan bakal merantau lagi ke Kalimantan.

    "Kalau kejangkau ongkosnya ya pingin, namanya juga masih muda, kan harus ada usaha juga untuk nafkahi anak isteri," kata dia.

    Seorang penjual tabung gas keliling dengan gerobak, Waridin, 53 tahun menilai Ibu Kota harus tidak perlu dipindahkan. Menurut lelaki yang biasa mengantarkan gas ke Warteg-warteg di daerah Pejompongan dan Palmerah itu, biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mewujudkan rencana pemindahan Ibu Kota pasti besar.

    "Sementara utang kita kan masih banyak," kata pria asal Tegal, Jawa Barat itu.

    Waridin menegaskan dirinya tidak akan ikut pindah ke Kalimantan jika pemerintah memutuskan untuk pindah Ibu Kota. Waridin yang sudah merantau ke Jakarta sejak 1980 itu tidak ingin terpisah terlalu jauh dengan isteri dan dua orang anaknya. "Mereka tinggal di kampung (Tegal), saya tiga bulan sekali pulang ke sana," kata dia.

    Seorang pengemudi ojek online yang ditemui Tempo di kawasan Palemerah, Agus, 29 tahun pasrah atas rencana tersebut. Dirinya sampai saat ini belum memutuskan untuk tetap di Jakarta, ikut merantau ke Kalimantan atau pulang kampung ke Sumatera Utara.

    "Belum tahu sih," kata dia.

    Sebelumnya Presiden Jokowi meminta izin memindahkan ibu kota ke Kalimantan dalam pidato kenegaraann di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta, hari ini. Jokowi belum menyebutkan kepastian kota mana yang akan menjadi ibu kota Indonesia selanjutnya namun dia menyatakan bahwa hal ini diperlukan untuk pemerataan dan keadilan ekonomi.

    Pemerintah, menurut Jokowi, juga tengah menyelesaikan kajian-kajian pendukung terkait rencana pemindahan ibu kota tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.